Apakah bayi bisa merasakan takut gelap?
Seperti yang kita ketahui, bayi masih belum mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi secara verbal. Ketidakmampuan si kecil untuk berbicara membuat orang tua memiliki pemahaman yang terbatas tentang pikiran dan perasaan mereka. Akibatnya, banyak orang tua bertanya-tanya apakah bayi dapat mengembangkan preferensi atau ketakutan tertentu.
Mungkin ada yang memilih untuk menyediakan lampu malam atau night light atau menyalakan lampu selama waktu tidur si kecil, dengan keyakinan bahwa hal itu dapat meredakan potensi ketakutan bayi mereka terhadap kegelapan.
Apakah Bayi Takut Gelap?
Menurut para ahli, alasan paling umum untuk gangguan tidur pada bayi yang terjadi di malam hari tidak terkait dengan kegelapan di kamar mereka.
Sebaliknya, bayi baru lahir atau bayi yang masih kecil justru sebenarnya sudah terbiasa dengan gelap karena mereka menghabiskan waktu sekitar sembilan bulan di dalam rahim, di mana mereka mengalami lingkungan yang gelap dan nyaman.
Faktor-faktor yang menyebabkan gangguan tidur di malam hari pada bayi biasanya terkait dengan kebutuhan dasarnya. Bayi mungkin terbangun karena lapar, tidak nyaman, atau perlu ganti popok. Selain itu, mereka mungkin mencari kehadiran orang tua mereka atau merasa tidak enak badan karena tumbuh gigi atau penyakit ringan.
Usia Berapa Bayi Bisa Takut Gelap?
Seiring bertambahnya usia bayi, mereka akan menjadi lebih sadar akan lingkungannya. Jika ini sudah terjadi, mereka mungkin secara bertahap akan mengembangkan pemahaman dasar tentang rasa takut.
Menurut penelitian, sekitar usia 8 hingga 10 bulan bayi mulai menunjukkan respons ketakutan terhadap ancaman atau situasi yang berpotensi berbahaya. Reaksi naluriah ini dapat mencakup rasa takut akan orang asing, takut jatuh dari ketinggian, dan bahkan takut pada hewan tertentu seperti ular atau laba-laba.
Kesadaran yang muncul akan potensi bahaya ini menunjukkan bahwa ketika kemampuan kognitif dan keterampilan persepsi bayi mulai matang, mereka mulai memahami konsep ketakutan dan meresponsnya di lingkungan mereka.
Munculnya rasa takut ini adalah tonggak perkembangan yang penting dalam perkembangan emosional dan kognitif mereka, merupakan awal dari respons emosional yang lebih kompleks nantinya.
Dalam penelitian lain yang berfokus pada ketakutan masa kanak-kanak, para peneliti menemukan bahwa ketakutan akan kegelapan cenderung mencapai puncaknya antara usia 4 hingga 6 tahun atau pada anak usia prasekolah.
Sebuah penelitian pada tahun 1976 menemukan bahwa 74% anak usia 4–6 tahun, 53% anak usia 6–8 tahun, dan 55% anak usia 10–12 tahun melaporkan ketakutan di malam hari (nighttime fears) akan kegelapan, hantu, dan monster.
Selama tahap perkembangan ini, imajinasi anak-anak sangat aktif dan kemampuan kognitif mereka memungkinkan untuk merasakan bayangan dan bentuk yang tidak diketahui dalam kegelapan sebagai hal yang berpotensi mengancam.
Akibatnya, banyak anak mungkin menunjukkan kecemasan atau kegelisahan karena berada di lingkungan yang gelap. Namun, biasanya mulai berkurang secara bertahap seiring dengan pertambahan usianya.
Apakah Bayi Harus Tidur Dalam Suasana Gelap?
Para ahli sangat menganjurkan agar bayi tidur di lingkungan yang gelap untuk mendukung perkembangan ritme sirkadian yang sehat. Ritme sirkadian adalah jam biologis internal yang mengatur siklus tidur-bangun.
Kegelapan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas tidur bagi individu dari segala usia, termasuk bayi. Saat lampu diredupkan atau dimatikan, ketiadaan cahaya akan memicu pelepasan melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur-bangun.
Respons alami ini membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur dan mendukung tidur yang lebih dalam dan memulihkan. Dalam lingkungan yang gelap, otak dapat lebih berkonsentrasi pada tugas untuk revitalisasi tubuh dan pikiran selama tidur.
***
Kesimpulannya, meskipun bayi masih belum memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan ketakutan atau preferensi mereka secara verbal, pengalaman emosional mereka adalah bagian penting dari perkembangan mereka.
Apakah bayi bisa takut gelap? Jawabannya bisa, tetapi mungkin itu terjadi ketika mereka sudah lebih besar, saat kemampuan kognitif dan imajinasi mereka mulai berkembang. Agar tidur si kecil lebih berkualitas, sebaiknya menidurkan bayi di ruangan yang gelap total. Parents bisa menggunakan tirai blackout agar paparan cahaya dari luar ruangan tidak masuk ke kamar, baik untuk tidur siang maupun tidur malam. Nah, selain itu ada banyak cara lain untuk meningkatkan kualitas tidur bayi yang bisa Parents pelajari di Infant Sleep Learning Course Happy Little Sleeper. Semoga bermanfaat!
Sumber:
ScienceDirect - Nighttime fears of children and adolescents: Frequency, content, severity, harm expectations, disclosure, and coping behaviors
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0005796707000642?via%3Dihub
National Library of Medicine - Fear in Infancy: Lessons From Snakes, Spiders, Heights, and Strangers
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6716607/