Skip to content
mitos bayi tidur di tengah orang tua

Bayi Tidak Boleh Tidur di Tengah Orang Tua, Mitos atau Fakta?

Pernahkah Parents mendengar mitos yang berasal dari tanah Jawa, bahwa bayi tidak boleh tidur di tengah-tengah kedua orang tuanya? Menurut mitos ini diyakini bahwa berbagi tempat tidur dengan bayi dilarang karena dianggap pamali.

Mitos ini ternyata ada benarnya juga karena secara ilmiah bayi memang tidak disarankan untuk tidur di kasur yang sama dengan kedua orang tuanya. Ada berbagai risiko yang mengintai, termasuk dari risiko SIDS (sudden infant death syndrome), kepanasan (overheating), hingga sulit untuk tidur mandiri.

Bayi Tidak Disarankan Tidur di Kasur yang Sama dengan Orang Tua

Dalam beberapa budaya, khususnya di Asia, bayi tidur bersama orang tua sudah menjadi hal yang normal. Sebagian besar meyakini bahwa tidur bersama dengan bayi memiliki manfaat mulai dari memperkuat bonding antara orang tua dan anak sekaligus memberikan rasa aman dan kedekatan.

Tetapi tahukah Parents bahwa berbagi tempat tidur bersama bayi sebenarnya memiliki risikonya tersendiri? Bayi tidur bersama orang tua di kasur yang sama seringkali dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat kecelakaan pada bayi saat tidur.

Menurut Safe Sleep Guidelines dari AAP (American Academy of Pediatrics) yang diperbarui pada Juni 2022, disarankan bahwa bayi tidak boleh tidur bersama dengan orang tua di satu kasur yang sama dengan alasan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan kematian terkait tidur lainnya.

AAP merekomendasikan bayi tidur sendirian di boks bayi atau crib di atas kasur yang rata dan kokoh dengan sprei yang dipasang rapat. Tidak boleh ada barang lain seperti mainan, bumper, atau selimut longgar di dalamnya.

Mitos Bayi Tidur di Tengah Kedua Orang Tua, Apa Risikonya?

1. Risiko Cedera

Co-sleeping atau tidur bersama bayi dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak. Benda lembut (seperti bantal atau selimut) atau bahkan tubuh orang tua mungkin tanpa sadar berguling ke bayi di malam hari, menyebabkan cedera, mati lemas, atau kematian.

AAP menyatakan co-sleeping berbahaya jika bayi berusia kurang dari 4 bulan, lahir prematur, atau memiliki berat lahir rendah. Risikonya juga meningkat jika seseorang di tempat tidur merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat-obatan. Begitu pula jika permukaan tempat tidur yang digunakan bersama terlalu empuk dan menggunakan selimut/alas tidur.

2. Risiko Overheating (Kepanasan)

Bayi baru lahir masih belum bisa meregulasi suhu tubuhnya sendiri, sehingga mereka lebih rentan terhadap perubahan suhu termasuk kepanasan atau terlalu dingin. Saat ditidurkan di antara kedua orang tuanya, suhu tubuh kedua orang tua dapat mempengaruhi bayi.

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan suhu di lingkungan sekitar bayi dan risiko panas berlebih yang menyebabkan overheating. Overheating adalah salah satu penyebab utama kasus SIDS pada bayi di bawah usia 1 tahun. Oleh karena itu, jangan lupa mengawasi apakah ada tanda-tanda bayi kepanasan saat ia sedang tidur.

3. Mengembangkan Asosiasi Tidur

Selalu tidur dengan adanya orang tua di sampingnya dapat menjadi asosiasi tidur yang dinilai negatif bagi anak. Anak-anak perlu belajar bagaimana caranya tidur sendiri, tanpa harus ditemani orang lain sepanjang malam.

Selain mengembangkan asosiasi tidur, ketika sudah beranjak besar beberapa anak mungkin akan mengharapkan interaksi lainnya seperti menggosok punggung, menepuk, dan digendong agar tertidur. Karena mereka sulit tidur tanpa orang tua di dekatnya, bayi atau balita terkadang menunjukkan perilaku cemas untuk meyakinkan orang tua agar tetap berada di dekat mereka pada waktu tidur.

4. Berpengaruh Pada Kualitas Tidur Orang Tua

Dalam keluarga yang berbagi tempat tidur, orang tua sering kali harus mengikuti jadwal tidur dan bangun anak. Hal ini dapat berpengaruh pada kualitas tidur orang tua. Kemungkinan lainnya adalah anak cenderung tidur lebih aktif dan gelisah sehingga dapat mengganggu tidur orang tuanya. Selain itu, tidur bersama dengan anak dapat menyebabkan terbatasnya waktu atau ruang untuk keintiman pasangan suami istri.

5. Berbagi Kamar Lebih Aman

Meskipun AAP tidak menyarankan co-sleeping dengan bayi, room sharing atau berbagi kamar sangat direkomendasikan. AAP merekomendasikan berbagi kamar karena dapat menurunkan risiko SIDS sebanyak 50%.

Orang tua tidur di kamar yang sama dengan bayi, tetapi di tempat tidur yang berbeda dinilai lebih aman dan memudahkan orang tua untuk merespon kebutuhan bayi dengan cepat, serta mendukung pemberian ASI.

AAP sendiri merekomendasikan berbagi kamar untuk tahun pertama kehidupan bayi, atau minimal 6 bulan pertama. Tak hanya itu, menurut penelitian anak yang sudah tidur di tempat tidurnya sendiri sejak usia 4 bulan cenderung akan mengembangkan kebiasaan tidur yang sehat serta tidur lebih lama.
 

*** 

Memang benar bahwa berbagi tempat tidur membawa risiko tertentu, seperti risiko cedera dan SIDS. Tetapi penting untuk diperhatikan bahwa risiko ini dapat dikurangi melalui penerapan praktik tidur yang aman. Pelajari selengkapnya tentang safe sleep dan cara-cara untuk meningkatkan kualitas tidur bayi lewat Infant Sleep Learning Course dari Happy Little Sleeper. 

Apakah Parents termasuk yang percaya dengan mitos bayi tidak boleh tidur di tengah orang tua ini?

 

Sumber:

Parents - The Truth About the Benefits and Risks of Co-Sleeping
https://www.parents.com/baby/sleep/co-sleeping/the-pros-and-cons-of-the-family-bed/

Healthy Children by AAP - How to Keep Your Sleeping Baby Safe: AAP Policy Explained
https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/a-parents-guide-to-safe-sleep.aspx

NPR - Babies Sleep Better In Their Own Rooms After 4 Months, Study Finds
https://www.npr.org/sections/health-shots/2017/06/05/531582634/babies-sleep-better-in-their-own-rooms-after-4-months-study-finds

NSW Health - Babies and children in the heat - Beat the heat
https://www.health.nsw.gov.au/environment/beattheheat/Pages/babies-children-hot-weather.aspx

Hi, I’m Elvina!

Founder of @happylittlesleeper & a proud mama

If you're dreaming of a good night's sleep…
trust me, I understand your struggle intimately. I've been in those sleep-deprived shoes, functioning on auto-pilot, feeling like a walking zombie in what should be a magical time of motherhood. But… I also know there's light at the end of this exhausting tunnel...

GET TO KNOW ME