Skip to content
cara menyendawakan bayi yang tepat untuk cegah refluks dan gangguan tidur

3 Cara Menyendawakan Bayi untuk Meringankan Gejala Kolik

Sudah tahu cara menyendawakan bayi untuk bayi yang mengalami kolik belum, Parents? Kolik adalah kondisi umum yang dialami oleh banyak bayi baru lahir. Biasanya, kolik ditandai dengan tangisan terus-menerus tanpa sebab yang jelas, terutama menjelang di malam hari. Meskipun bukan tanda penyakit serius, kolik bisa membuat orang tua kewalahan karena bayi biasanya sulit ditenangkan, menjadi sulit tidur, dan tidak nyaman.

Hingga saat ini penyebab utama kolik masih belum diketahui. Tapi seiring dengan bertambahnya usia bayi, kolik umumnya akan hilang dengan sendirinya secara bertahap.

Cara Mengatasi Kolik Pada Bayi

1. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Lingkungan tidur yang nyaman sangat penting untuk membantu bayi merasa lebih tenang. Gunakan pencahayaan redup atau lampu tidur yang lembut agar bayi memahami bahwa ini adalah waktu istirahat. White noise atau musik lembut juga dapat membantu menenangkan bayi dengan meniru suara yang mereka dengar di dalam rahim. Pastikan suhu kamar tetap ideal sekitar 22°C agar bayi tidak merasa terlalu panas atau terlalu dingin, karena kondisi ini bisa memperburuk kolik pada bayi.

2. Tetapkan Rutinitas Tidur yang Konsisten

Bayi membutuhkan rutinitas yang konsisten agar tubuhnya terbiasa dengan jadwal tidur yang teratur. Cobalah untuk menetapkan waktu tidur yang sama setiap malam. Sebelum tidur, lakukan aktifitas yang menenangkan seperti mandi air hangat, memijat lembut tubuh bayi, atau menyanyikan lagu pengantar tidur. Kebiasaan ini membantu bayi memahami bahwa sudah waktunya untuk tidur dan dapat mengurangi gejala kolik pada bayi.

3. Lakukan Pijatan dan Tummy Time

Pijatan lembut pada perut bayi dapat membantu mengurangi gas yang terjebak dan meredakan kolik. Pijat dengan gerakan melingkar searah jarum jam untuk merangsang pencernaan. Selain itu, lakukan tummy time saat bayi terjaga untuk membantu memperkuat otot perut dan mendorong keluarnya gas secara alami.

4. Gunakan Teknik Menyusui yang Tepat

Teknik menyusui yang benar dapat membantu mengurangi gejala kolik pada bayi. Pastikan bayi dalam posisi tegak saat menyusu untuk menghindari udara terjebak di perut. Jika menggunakan botol susu, pilih dot yang dirancang khusus untuk mengurangi masuknya udara. Teknik ini dapat membantu mengurangi kemungkinan perut kembung yang sering menjadi penyebab utama kolik.

5. Sendawakan Bayi Setelah Setiap Menyusu

Setiap kali bayi selesai menyusu, baik ASI maupun susu formula, penting untuk menyendawakannya untuk mengurangi kemungkinan perut kembung dan ketidaknyamanan akibat kolik.

Mengapa Bayi Harus Bersendawa?

Saat menyusui atau memberi susu botol, udara dapat secara tidak sengaja masuk ke perut bayi. Udara yang terperangkap ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kembung, dan bahkan gejala seperti kolik, yang menyebabkan bayi rewel dan gelisah.

Dalam beberapa bulan pertama usianya, bayi masih belum banyak bergerak sendiri dan membutuhkan bantuan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap dalam perutnya ini.

Bersendawa membantu pelepasan udara yang terperangkap dengan lembut, meningkatkan pencernaan yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan ketidaknyamanan setelah makan. Menyendawakan bayi dapat membantu mengatasi gejala refluks. Selain itu, coba tips lain seperti mendudukkan anak tegak selama dan setelah menyusu, berhati-hati agar tidak menyusu berlebihan (overfeeding), dan perhatikan pola makan ibu jika bayi diberikan ASI.

Selain dapat membantu mengeluarkan gas dari perut, menyendawakan bayi dapat memperkuat bonding antara orang tua dan si kecil. Tindakan menepuk atau menggosok punggungnya dengan lembut dapat menenangkan dan menyenangkan untuk bayi.

Cara Menyendawakan Bayi yang Benar

1. Over The Shoulder Burping (Posisi Tegak) 

Gendong bayi di pundak dengan perutnya menempel pada bahu Parents. Posisi ini memberikan tekanan lembut pada perut bayi sehingga membantunya bersendawa. Kemudian tepuk punggung bagian tengah bayi ke arah atas untuk membantu mengeluarkan udara. 

2. Sitting Up Burping (Posisi Duduk)

Dudukkan bayi di pangkuan, dan pegang dagunya (pada bagian bawah telinga) di antara telunjuk dan ibu jari Parents. Condongkan badan bayi sedikit ke depan, kemudian tepuk lembut punggungnya.

3. Lying Across The Lap Burping (Posisi Tengkurap)

Baringkan bayi di pangkuan dengan posisi tengkurap dan kepala bayi menghadap ke bawah. Topang dagu bayi dengan satu tangan, kemudian tangan yang satunya menggosok atau menepuk punggung bayi lembut. Hindari menekan area tenggorokan bayi. 

 

*** 

Tidak semua posisi menyendawakan bayi cocok untuk semua bayi sehingga Parents harus menemukan mana yang terbaik untuk si kecil. Parents juga bisa mencoba beberapa posisi yang berbeda selama waktu bersendawa.

Cara menyendawakan bayi yang tepat dapat membantu mengatasi refluks dan juga gangguan tidur. Nah, bagaimana dengan masalah tidur lainnya? Jika Parents sedang bingung untuk mengatasi gangguan tidur pada bayi baru lahir, coba ikuti Newborn Sleep Shaping Course dari Happy Little Sleeper. Semoga bermanfaat! 
 

Sumber:

UNICEF Parenting - Baby basics: How to burp your baby
https://www.unicef.org/parenting/child-care/how-to-burp-baby

Hi, I’m Elvina!

Founder of @happylittlesleeper & a proud mama

If you're dreaming of a good night's sleep…
trust me, I understand your struggle intimately. I've been in those sleep-deprived shoes, functioning on auto-pilot, feeling like a walking zombie in what should be a magical time of motherhood. But… I also know there's light at the end of this exhausting tunnel...

GET TO KNOW ME