Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan tidur, salah satunya adalah overfeeding pada anak.
Sebagai orang tua baru, kita sering kali khawatir apakah si kecil sudah mendapat cukup nutrisi, baik dari susu formula maupun ASI. Terkadang jika hal ini terjadi, orang tua kerap mencoba untuk membujuk bayi untuk menghabiskan susu di botolnya atau terus menawarinya ASI.
Ketika bayi makan terlalu banyak dari yang dibutuhkannya, sistem pencernaannya akan bekerja terlalu keras dan akibatnya bisa muncul rasa ketidaknyamanan yang menyebabkan gangguan tidur. Pelajari lebih banyak lagi seputar hal-hal yang bisa mengganggu tidur bayi dan solusinya lewat Infant Sleep Learning Course dari Happy Little Sleeper ya, Parents!
Overfeeding, Memberi Makan Bayi Secara Berlebihan
Bayi dilahirkan dengan sistem tubuh bawaan yang luar biasa untuk mengatur/meregulasi asupan makanannya. Sederhananya: saat lapar, mereka akan minta makan, dan saat merasa kenyang, mereka akan berhenti makan.
Jika bayi sudah berpaling dari botol atau payudara, atau mungkin tampak tidak tertarik untuk minum susu lagi, biasanya itu merupakan tanda bahwa bayi sudah kenyang. Penting bagi orang tua untuk mengenali dan merespon isyarat ini, karena dapat membantu membina hubungan yang sehat dengan makanan sejak dini.
Memberi makan bayi secara berlebihan atau overfeeding bukanlah hal yang umum, tetapi hal ini dapat terjadi, terutama pada bayi yang diberi susu botol. Jika bayi minum dari botol, maka lebih mudah bagi orang tua untuk melihat secara pasti berapa banyak susu yang dikonsumsi bayinya. Selain itu, minum dari botol lebih mudah bagi bayi, sehingga mereka mungkin akan mengonsumsi lebih banyak susu daripada yang dibutuhkan.
Berbeda dengan menyusui langsung, di mana bayi lebih memiliki kontrol atas seberapa banyak mereka makan, aliran susu dari botol bisa saja terlalu deras atau banyak untuk bayi. Hal ini membuat bayi lebih sulit mengetahui kapan harus berhenti. Terkadang, orang tua juga mungkin mendorong bayinya untuk menghabiskan botolnya, meskipun bayinya sudah kenyang, sehingga dapat menyebabkan pemberian makan yang berlebihan.
Bagaimana Cara Mencegah Overfeeding?
Untuk menghindari overfeeding, jika memungkinkan sebaiknya ibu menyusui bayinya langsung. Menyusui memungkinkan bayi menentukan kapan ia berhenti minum susu, sehingga kecil kemungkinannya untuk makan berlebihan. Selain itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda bayinya sudah selesai makan dan tidak memaksanya untuk menghabiskan susu.
Tidak disarankan juga untuk menambahkan bubur sereal ke dalam susu formula bayi atau memberinya minuman berpemanis. Memperkenalkan gula atau makanan padat terlalu dini dapat menyebabkan bayi kelebihan asupan kalori. Tetap berikan ASI atau susu formula sesuai dengan usianya dan biarkan bayi makan sesuai keinginannya dapat membantu mencegah overfeeding.
Rekomendasi Asupan Susu Formula Sesuai Usia

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), secara umum bayi biasanya membutuhkan sekitar 75ml susu formula untuk setiap 453gr berat badannya setiap hari. Tetapi setiap bayi berbeda dan mereka dapat mengetahui berapa banyak yang mereka butuhkan. Biarkan mereka memutuskan sendiri kapan mereka kenyang. Tak perlu khawatir karena Parents bisa melihat tanda-tanda bayi cukup ASI yang ditunjukkan oleh si kecil.
Tanda-Tanda Bayi Overfeeding
Salah satu tanda bayi mungkin mendapat terlalu banyak makanan adalah jika ia muntah setelah menyusu. Misalnya, jika bayi menghabiskan botolnya meskipun ia sudah menunjukkan bahwa ia sudah kenyang dan kemudian muntah, itu bisa berarti ia sudah diberi makan berlebihan.
Muntah atau gumoh memang sering terjadi pada bayi baru lahir dan ini merupakan hal yang normal. Tetapi jika muntah sering terjadi tepat setelah disusui, mungkin hal ini berarti ia sudah makan terlalu banyak.
Perhatikan isyarat kenyang bayi dan cobalah untuk tidak memaksanya menyusu lebih dari yang diinginkannya.
Jika si kecil terlihat gemuk dan memiliki berat badan lebih tinggi dari teman seusianya, tidak perlu khawatir. Bayi yang gemuk bukan berarti overfeeding atau akan mengalami obesitas nantinya. Umumnya tanda obesitas tidak akan terlihat hingga usia 2 tahun. Pada masa bayi, fokuslah pada kebiasaan makan yang sehat dan dukung bayi untuk aktif secara fisik. Dengan memulai kebiasaan sehat sejak dini, Parents dapat membantu menyiapkan si kecil untuk masa depan yang sehat.
***
Meski jarang, overfeeding atau memberi makan bayi secara berlebihan bisa saja terjadi terutama pada bayi yang diberi susu formula. Apabila bayi sudah menunjukkan tanda-tanda kenyang seperti berpaling dari botol atau memperlambat kecepatan menyusunya, sebaiknya hentikan pemberian susu meskipun masih ada yang tersisa di dalam botol. Merespon isyarat kenyang bayi dengan baik dapat membantu menjaganya tetap sehat tanpa memberinya makan berlebihan.
Sumber:
Healthy Children by AAP - Amount and Schedule of Baby Formula Feedings
https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/formula-feeding/Pages/amount-and-schedule-of-formula-feedings.aspx
Healthline - Can You Overfeed a Baby?
https://www.healthline.com/health/parenting/can-you-overfeed-a-baby
The Bump - Can You Overfeed a Baby?
https://www.thebump.com/a/overfeeding-baby
Today's Parent - Can you overfeed a baby?
https://www.todaysparent.com/baby/breastfeeding/can-you-overfeed-a-baby/