Bayi suka menghisap jempol karena jari-jari mereka adalah hal yang baru, asing, dan menarik bagi mereka.
Saat bayi menjelajahi dunia di sekitar mereka, mereka menggunakan mulut mereka sebagai salah satu cara untuk memahami dan mengenali sesuatu. Sensasi jempol dan jari di mulut dapat memberikan pengalaman sensorik baru yang nyaman, serta memungkinkan mereka untuk memuaskan keingintahuan alaminya.
Tindakan menghisap jempol juga akan menjadi cara alami bayi untuk menemukan ketenangan dan kenyamanan, kemudian membantunya tertidur.
Refleks Menghisap dan Calming Reflex
Bayi dilahirkan dengan berbagai macam refleks yang memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup mereka, dan salah satu refleks paling penting adalah menghisap atau sucking reflex.
Refleks menghisap adalah gerakan menghisap yang ritmis ketika sebuah benda diletakkan di mulut bayi. Refleks ini memungkinkan mereka mengeluarkan susu dari payudara atau botol, memberikan nutrisi penting yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Refleks menghisap berkembang sejak saat bayi masih dalam kandungan dan akan terus ada hingga bayi lahir ke dunia. Ketika bayi menghisap ibu jari, hal itu memicu respons fisiologis alami yang secara signifikan dapat mengurangi tingkat stres.
Tindakan ini merangsang pelepasan endorfin, yang merupakan hormon perasaan bahagia yang meningkatkan relaksasi dan kepuasan. Akibatnya, detak jantung dan tekanan darah bayi cenderung lebih rendah sehingga menimbulkan rasa nyaman dan aman. Itulah mengapa menghisap jempol bisa jadi cara alami anak untuk menenangkan diri.
Apakah Aman Jika Bayi Suka Menghisap Jempol Hingga Tertidur?
Menghisap jempol untuk dan saat tidur umumnya dianggap aman untuk bayi, terutama di usia-usia baru lahir ketika mereka masih mengembangkan kemampuan menenangkan diri.
Menghisap jempol adalah refleks alami yang dapat memberikan kenyamanan dan membantu bayi rileks sehingga lebih mudah tertidur.
Apakah Menghisap Jempol Bisa Mempengaruhi Perkembangan Gigi?
Seiring bertambahnya usia bayi dan giginya mulai tumbuh, orang tua harus memperhatikan risiko pada perkembangan gigi jika kebiasaan menghisap jempol berlanjut hingga usia empat atau lima tahun.
Jika berkepanjangan dan intens, menghisap jempol dapat memberikan tekanan berulang pada gigi yang sedang berkembang, tulang rahang, dan langit-langit mulut. Hal ini dapat menyebabkan:
- Overbite: Gigi depan menonjol keluar dari rahang dan mulut.
- Open Bite: Gigi atas dan bawah tidak bertemu saat mulut tertutup.
- Ketidaksejajaran Gigi: Gigi tumbuh mengarah ke dalam menuju bagian belakang mulut.
- Perubahan Bentuk Rahang: Bentuk rahang yang berubah juga dapat mempengaruhi keselarasan gigi dan pola bicara, seperti cadel.
- Sensitivitas langit-langit mulut.
Tips Menghentikan Kebiasaan Menghisap Jempol
Untuk meminimalkan risiko masalah pertumbuhan gigi, Parents dapat membimbing si kecil dengan lembut untuk menghentikan kebiasaan ini secara bertahap.
Menghentikan kebiasaan menghisap jempol pada bayi dan balita mungkin membutuhkan waktu, tenaga, dan kesabaran ekstra. Cobalah beberapa tips berikut ini untuk melakukannya:
- Tawarkan alternatif seperti mainan atau selimut, yang dapat mereka pegang atau peluk alih-alih menghisap ibu jari untuk menenangkan diri
- Kurangi menghisap jempol secara bertahap, seperti hanya mengizinkannya saat waktu tidur atau waktu tertentu
- Libatkan si kecil dalam aktivitas dan permainan menyenangkan yang membuat mereka sibuk
- Puji si kecil saat mereka berhasil menahan diri dari menghisap jempol
Jika kebiasaan menghisap jempol si kecil terus berlanjut dan Parents memiliki kekhawatiran tentang kesehatan atau perkembangan mulutnya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan panduan.
***
Menghisap jempol untuk tidur pada bayi bisa menjadi perilaku normal dan menenangkan yang membantu mereka untuk self-soothing.
Sebenarnya tidak apa-apa jika bayi suka menghisap jempol hingga tertidur. Sebagian besar anak secara alami akan melupakan kebiasaan menghisap jempol seiring dengan bertambahnya usia. Namun ada juga yang perlu dibantu oleh orang tua mengatasi kebiasaan tersebut. Nah, Parents bisa beralih ke asosiasi tidur positif untuk mengembangkan kemandirian tidur bayi dan self-soothing skill-nya. Pelajari lebih banyak lagi di Infant Sleep Learning Course by Happy Little Sleeper. Semoga bermanfaat!
Sumber:
Healthline - Sucking Reflex in Newborns: Testing, Seeking Help, and Other Reflexes
https://www.healthline.com/health/parenting/sucking-reflex
Healthline - What Are the Effects of Thumb Sucking on the Teeth and Mouth?
https://www.healthline.com/health/parenting/thumb-sucking-teeth