Pernahkah Parents mengalami bayi menolak ritual tidur? Apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti ini, ya?
Ritual sebelum tidur atau bedtime routines adalah cara yang baik untuk membantu bayi bersiap untuk tidur. Serangkaian aktivitas ini membantu transisi yang lebih baik dari aktif dan terjaga menjadi lebih rileks dan siap untuk tidur.
Memiliki rutinitas sebelum tidur tertentu memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kualitas tidur anak dan juga orang tua. Parents bisa mencoba menerapkan ritual tidur sejak dini untuk menciptakan kebiasaan tidur yang baik.
Apa yang Mungkin Menyebabkan Bayi Menolak Ritual Tidur?
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengikuti ritual waktu tidur lebih cenderung tidur lebih awal, membutuhkan lebih sedikit waktu untuk tertidur, tidur lebih lama, dan lebih sedikit bangun di malam hari. Oleh karena itu, ritual tidur sangat bermanfaat untuk dilakukan sejak dini.
Sayangnya, mungkin ada bayi yang menolak mengikuti ritual tidur dan malam menangis. Untuk mencegah bayi menangis saat rutinitas sebelum tidur, Parents harus terlebih dahulu mengetahui apa kira-kira yang menyebabkan hal ini seperti berikut.
1. Bayi Terlalu Lelah (Overtired)
Bayi yang terlalu lelah mungkin menangis saat ritual tidur karena merasa terlalu lelah dan tidak bisa rileks untuk tertidur. Hal ini mungkin disebabkan oleh tidur siang yang terlalu singkat, terbangun terlalu lama antara akhir tidur siang terakhir dan waktu tidur, atau bayi kurang tidur.
2. Asosiasi Negatif dengan Salah Satu Aktivitas Ritual Sebelum Tidur
Terkadang, bayi mungkin mengembangkan asosiasi negatif dengan aktivitas tertentu, dan mereka mungkin mengungkapkan ketidaknyamanannya melalui tangisan. Hal ini dapat terjadi jika bayi memiliki ingatan yang tidak menyenangkan terhadap suatu aktivitas tertentu, seperti ia pernah mengalami popoknya kotor dan menangis terlalu lama saat melakukan sesuatu.
Bayi mungkin menangis untuk menyampaikan penolakan atau kegelisahannya terhadap aktivitas tertentu.
3. Kecemasan Perpisahan (Separation Anxiety)
Kecemasan akan perpisahan merupakan fase perkembangan alami yang biasanya terjadi antara usia 6 hingga 24 bulan, saat bayi mulai memahami konsep ada dan tidak ada serta siapa orang yang familiar dengannya.
Saat waktu tidur semakin dekat, bayi yang mengalami separation anxiety mungkin menjadi lebih enggan untuk berpisah dari orang tua atau pengasuhnya, sehingga mengakibatkan penolakan terhadap rutinitas tersebut.
4. Ketidaknyamanan atau Penyakit
Ketika bayi mengalami ketidaknyamanan fisik karena faktor-faktor tertentu seperti tumbuh gigi, masalah pencernaan, atau penyakit ringan, mereka mungkin merasa tidak nyaman melakukan aktivitas ritual tidur seperti berbaring atau dibedong.
Cara Mencegah Bayi Menolak Ritual Tidur
1. Temukan Waktu yang Tepat untuk Memulai Ritual Tidur
Parents perlu memperhatikan isyarat bayi mengantuk karena ini menunjukkan waktu yang tepat untuk memulai rutinitas waktu tidur atau menidurkannya.
Isyarat ini dapat bervariasi dari satu bayi ke bayi lainnya, tetapi sering kali mencakup perilaku seperti menguap, mengucek mata, menarik telinga, atau menunjukkan tanda-tanda rewel. Mengenali isyarat-isyarat ini dan merespons dengan cepat dapat membantu mencegah overtired.
Parents juga harus memperhatikan wake windows (durasi bangun) si kecil dan memastikan mereka mendapatkan jumlah tidur yang disarankan sesuai usia.
2. Pastikan Bayi Tidak Kelelahan
Jika bayi terus menangis saat hendak melakukan ritual tidur, pertama pastikan ia tidak kelelahan dengan mengatur ulang jadwal tidurnya. Misalnya, apabila si kecil ternyata kurang tidur di siang hari, maka usahakan untuk menambah durasi tidur siangnya.
Jika anak terbangun terlalu lama sebelum tidur, maka cobalah untuk menggeser waktu tidur siang terakhirnya menjadi lebih lambat, memindahkan waktu tidurnya lebih awal, atau keduanya.
3. Menenangkan Bayi
Jika separation anxiety adalah penyebab bayi menolak ritual tidur, maka sebaiknya Parents melakukan aktivitas yang berbeda dalam ritual tidur selama fase ini. Misalnya, lebih banyak gendong dan peluk anak dan menambah durasi ritual tidur agar anak dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan Parents sekaligus menenangkannya.
Apabila si kecil menangis setelah ditidurkan di tempat tidur, tenangkan tetapi hindari menggendongnya. Ulangi menenangkan si kecil sebanyak yang diperlukan sampai dia tertidur.
***
Bayi menolak ritual tidur bisa menjadi sebuah tantangan, tetapi ini adalah sebuah fase. Jika bayi menolak rutinitas tersebut, ingatlah untuk tetap bersabar, beradaptasi dengan kesukaannya, dan pertahankan pendekatan yang konsisten. Manfaat dari ritual waktu tidur yang menenangkan akan sepadan dengan usaha yang dilakukan, karena hal ini dapat meningkatkan pola tidur yang sehat untuk si kecil. Selain bedtime routines yang konsisten, pelajari juga apa saja yang bisa membantu meningkatkan kualitas tidur bayi hanya di Infant Sleep Learning Course Happy Little Sleeper, ya!
Sumber:
Sleep Foundation - Perfecting Your Child's Bedtime Routine
https://www.sleepfoundation.org/children-and-sleep/bedtime-routine