Skip to content
tantangan tidur umum bayi baru lahir

5 Tantangan Tidur Umum Pada Bayi Baru Lahir

Memahami tantangan tidur umum pada bayi baru lahir sangat penting bagi orang tua baru yang ingin tidur nyenyak untuk bayi dan diri mereka sendiri.

Mulai dari sering terbangun di malam hari dan pola tidur bayi baru lahir yang tidak teratur hingga kesulitan untuk tenang, masalah tidur bayi baru lahir bisa sangat mengganggu.

Yuk, kita pelajari bersama beberapa hal yang mungkin menyebabkan si kecil yang baru lahir tidak bisa tidur nyenyak dan apa solusinya.

Tantangan yang Umum Dihadapi Saat Bayi Baru Lahir

1. Refleks Moro

Refleks Moro adalah respons alami dan naluriah yang dimiliki bayi baru lahir. Refleks ini merupakan gerakan tiba-tiba seperti mengayunkan tangan atau melengkungkan punggung. Terjadinya gerakan refleks ini terkadang dipicu oleh gerakan tiba-tiba atau suara yang keras.

Pada dasarnya, refleks moro merupakan refleks perlindungan untuk bayi, tetapi sayangnya kerap mengganggu tidur bayi dengan gerakannya yang tiba-tiba atau mengagetkan. Untuk membantu meminimalkan dampak refleks moro saat bayi tidur, orang tua disarankan membedong bayi. Bedong dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan mengurangi kemungkinan terbangun karena refleks moro yang mengejutkan.

Parents tak perlu khawatir karena refleks moro akan berkurang secara bertahap seiring dengan pertambahan usia bayi dan akan hilang sepenuhnya saat bayi berusia sekitar 6 bulan.

2. Refluks

Satu lagi kondisi umum yang dapat mengganggu tidur bayi lahir adalah refluks. Pada bayi, sfingter esofagus bagian bawah yaitu otot yang biasanya menahan isi lambung masih belum berkembang sepenuhnya dan terkadang tidak menutup saat makanan tercerna. Hal ini membuat isi lambung, termasuk asam lambung, sering mengalir kembali ke kerongkongan dan menyebabkan muntah/gumoh.

Refluks asam dapat menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri, dan sensasi terbakar pada bayi, terutama saat berbaring dan di malam hari. Untuk mengurangi dampak refluks yang mengganggu tidur, penting untuk menjaga bayi dalam posisi tetap tegak setelah menyusu, bersendawa secara teratur selama sesi menyusui, dan memastikan posisi kepalanya dalam posisi tinggi selama tidur.

3. Alergi

Menurut penelitian, bayi baru lahir sangat rentan terhadap alergi makanan. Sekitar 3% bayi dan hampir 9% anak usia 1 tahun alergi terhadap setidaknya satu jenis makanan. Selain itu, bayi dengan anggota keluarga dekat yang juga memiliki alergi makanan berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan alergi yang sama.

Tidak hanya pada bayi yang sudah mulai makan makanan padat/MPASI, bayi yang baru lahir juga bisa mengalami alergi makanan baik dari susu formula maupun ASI yang dikonsumsinya. Bayi dapat mengalami reaksi dari konsumsi ASI yang mengandung protein dari makanan yang berasal dari pola makan ibu dan protein susu sapi dari susu formula.

Gejala alergi makanan meliputi:

  • sakit perut
  • gatal
  • eksim
  • ruam
  • pembengkakan
  • masalah pernapasan
  • gangguan pencernaan

Masalah tidur juga bisa muncul saat anak mengalami gejala alergi makanan. Gatal serta masalah pernapasan dan pencernaan dapat menyebabkan kantuk di siang hari, bayi rewel, dan lebih mudah terbangun di malam hari.

4. Sistem Pernapasan yang Belum Berkembang Sempurna

Sistem pernapasan bayi yang belum berkembang sempurna seringkali pula dapat menyebabkan gangguan tidur.

Bayi baru lahir memiliki saluran udara yang lebih kecil dan kapasitas paru-paru yang lebih sedikit dibandingkan dengan anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Kondisi ini dapat membuat mereka lebih rentan terhadap masalah seperti hidung tersumbat, infeksi pernapasan, dan kesulitan bernapas, yang dapat mengganggu kualitas tidur mereka.

Kondisi umum seperti pilek, alergi, atau bahkan mampet dapat mempersulit bayi untuk bernapas dengan nyaman, sehingga menyebabkan peningkatan frekuensi terbangun di malam hari dan ketidaknyamanan secara keseluruhan.

5. Regresi Tidur

Regresi tidur bisa menjadi fase yang sangat menantang, membuat orang tua merasa bingung dan lelah. Regresi tidur mengacu pada periode ketika pola tidur yang sebelumnya sudah baik tiba-tiba terganggu, dan bayi mengalami kesulitan untuk tertidur padahal sebelumnya sudah bisa tidur dengan baik.

Selama regresi tidur, tidur bayi mungkin menjadi lebih terfragmentasi dan mereka mungkin sering terbangun di malam hari atau tidur siang yang lebih singkat.

Regresi tidur pertama sering terjadi saat bayi berusia sekitar 4 bulan. Karena ini merupakan yang pertama, regresi tidur 4 bulan seringkali menjadi yang paling sulit bagi orang tua. Nantinya, regresi tidur akan terjadi beberapa kali hingga bayi berusia 2 tahun.

Apa penyebab regresi tidur? Pada regresi tidur 4 bulan, biasanya terjadi karena ada pergeseran atau perubahan dalam siklus tidur bayi yang semakin matang. Faktor lain juga dapat berkontribusi, seperti otak bayi yang sedang tumbuh dengan sangat cepat dan mereka sibuk memikirkan keterampilan baru mereka.

Tanda utama dari regresi tidur adalah pola tidur yang tiba-tiba memburuk sekitar usia 4 bulan.

Tanda-tanda lain dari regresi tidur diantaranya:

  • Mudah rewel
  • Sering terbangun di malam hari
  • Tidur siang singkat
  • Perubahan nafsu makan

Ingatlah bahwa regresi tidur hanya bersifat sementara. Regresi tidur biasanya berlangsung antara dua hingga empat minggu. Untuk mengatasi regresi tidur, Parents dapat mencoba beberapa tips berikut:

  • Beri bayi waktu untuk aktif dan melatih keterampilan baru mereka (seperti berguling) di siang hari
  • Pastikan bayi sudah kenyang di siang hari
  • Terapkan ritual sebelum tidur untuk membantu bayi lebih rileks
  • Tidurkan bayi saat ia sudah menunjukkan isyarat mengantuk
  • Tidurkan bayi dalam kondisi mengantuk tapi masih terjaga (drowsy but awake)
  • Jaga agar kamar tidur tetap gelap, tenang, dan sejuk

***

Bayi perlu tidur yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan memahami apa saja tantangan tidur yang mungkin terjadi di fase newborn ini, Parents bisa lebih siap menerapkan kebiasaan tidur yang baik. Cek selengkapnya di Newborn Sleep Shaping Course by Happy Little Sleeper sekarang, deh. Semoga bermanfaat, ya!

 

Sumber:

Allergies in children
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2805592/

Sleep Foundation - 4 Month Sleep Regression
https://www.sleepfoundation.org/baby-sleep/4-month-sleep-regression

Mayo Clinic - Infant Acid Reflux
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-acid-reflux/symptoms-causes/syc-20351408

Hi, I’m Elvina!

Founder of @happylittlesleeper & a proud mama

If you're dreaming of a good night's sleep…
trust me, I understand your struggle intimately. I've been in those sleep-deprived shoes, functioning on auto-pilot, feeling like a walking zombie in what should be a magical time of motherhood. But… I also know there's light at the end of this exhausting tunnel...

GET TO KNOW ME