Skip to content
bayi mudah kaget saat tidur karena refleks moro

Mengapa Bayi Baru Lahir Sering Kaget Saat Tidur?

Apakah Parents pernah memperhatikan kenapa bayi sering kaget saat tidur?

Bayi yang sehat dilahirkan dengan respons motorik dasar yang membantu mereka bertahan dan berkembang di lingkungan baru mereka di luar rahim. Banyak gerakan bayi di minggu-minggu pertama dilakukan secara refleks. Gerakan-gerakan tersebut terjadi secara tidak disengaja. 

Salah satunya adalah refleks Moro, yaitu refleks yang membuat bayi sering membuat gerakan seperti terkaget-kaget. Tak jarang, tidur bayi baru lahir bisa terganggu karena adanya refleks Moro. 

Apa Itu Refleks Moro?

Refleks Moro atau yang biasa disebut dengan refleks kejut adalah respons alami pada bayi baru lahir terhadap sesuatu yang tidak terduga. Refleks ini sering terjadi saat bayi sedang tidur, tapi bisa juga terjadi saat dia bangun.

Refleks Moro adalah hal yang normal, dan merupakan pertanda sistem saraf bayi bekerja dengan baik. Ketika terjadi sesuatu yang memicu refleks Moro, misalnya suara keras atau gerakan yang tiba-tiba, bayi akan mengulurkan lengannya, menggerakkannya ke luar di bahu dan kemudian meluruskannya kembali seperti kaget.

Selain itu, bayi juga mungkin mendongakkan kepala ke belakang serta menjulurkan kaki dan lengan. Ada pula bayi yang meringkukkan lengan dan kaki ke arah tubuh mereka. Setiap bayi dan setiap gerakan refleks Moro bisa berbeda-beda.

Bayi adalah makhluk yang sangat sensitif sehingga mereka mudah terkejut dan bahkan merasa takut dengan sensasi dan suara yang baru mereka kenal. Beberapa hal yang dapat memicu refleks Moro yaitu:

  • Adanya gerakan yang tidak terduga 
  • Suara keras dan tiba-tiba di dekatnya 
  • Bayi menyentakkan lengan atau kakinya 
  • Lampu yang sangat terang 
  • Menempatkan bayi di boks atau tempat tidurnya dari gendongan, karena bayi mengira dia akan jatuh 

Bayi Sering Kaget saat Tidur Karena Refleks Moro, Apa Solusinya?

Parents mungkin memperhatikan refleks kaget bayi kerap muncul saat mencoba menidurkannya. Ketika Parents membungkuk untuk membaringkan bayi di tempat tidurnya, hal ini dapat membuat bayi merasakan sensasi seperti akan jatuh. Akibatnya, gerakan refleks Moro dapat membangunkan bayi bahkan jika mereka sedang tidur nyenyak.

Refleks Moro tidak dapat dicegah atau dihilangkan sepenuhnya, tetapi ada beberapa cara yang bisa dicoba agar tidur bayi tidak terbangun karenanya.

1. Peluk Erat Bayi Saat Hendak Menidurkannya

Jika refleks Moro bayi membuat mereka tidak bisa ditaruh di tempat tidur tanpa terbangun, Parents bisa mencoba untuk memeluknya terlebih dahulu sebelum membaringkannya ke tempat tidur. Bersikaplah lembut saat mengangkat si kecil dan meletakkannya, dan cobalah untuk menjaga leher dan kepalanya ditopang dengan tangan Parents. 

2. Bedong Bayi

Membedong bayi merupakan cara paling ampuh mencegah bayi bangun karena refleks moro. Dengan membedong bayi, mereka merasa seperti didekap dan itu mirip dengan suasana di dalam rahim. Bedong membuat bayi merasa aman dan terlindungi, sehingga mereka pun dapat tidur lebih lama.

Namun, ingatlah bahwa Parents harus berhenti membedong jika bayi sudah bisa menggeliat keluar dari selimut atau menunjukkan tanda-tanda mau berguling (biasanya sekitar usia 3 hingga 4 bulan), karena dapat menimbulkan risiko SIDS bagi si kecil. Selain menggunakan bedong tradisional, Parents juga bisa mencoba menggunakan sleep sack sebagai alternatif yang lebih aman seperti Dream Cloud Wearable Blanket with Calming Cloud Pad Technology dari Happy Little Sleeper.

3. Mengurangi Kebisingan

Jika bisa, pastikan suasana hening dan nyaman untuk bayi tanpa suara kebisingan yang dapat memicu refleks Moronya. Apabila sulit, Parents bisa menggunakan mesin white noise yang meminimalkan hiruk pikuk saat ia sedang tidur. 

4. Gunakan yang Lampu Redup

Menyalakan lampu secara tiba-tiba di ruangan yang gelap juga bisa memicu refleks Moro. Parents bisa mengatasinya dengan menggunakan lampu kuning yang lebih redup untuk kamar bayi.
 

*** 

Refleks moro bayi akan mulai menghilang seiring pertumbuhannya. Pada saat si kecil berusia 3 hingga 6 bulan, mereka mungkin tidak lagi menunjukkan refleks Moro karena mereka sudah memiliki kontrol lebih besar atas gerakan tubuhnya. 

Itulah jawaban kenapa bayi sering kaget saat tidur dan cara untuk mengatasinya agar tidak sering terbangun. Semoga bermanfaat!

 

Sumber:

Startle Reflex in Babies: How Long Does It Last?
https://www.healthline.com/health/parenting/startle-reflex-in-babies

What to Expect - Moro Reflex in Newborns - What It Is, How Long It Lasts
https://www.whattoexpect.com/baby-behavior/newborn-reflexes.aspx

Medical News Today - Moro reflex: What it is, triggers, and more
https://www.medicalnewstoday.com/articles/327370#identifying-the-reflex

Healthy Children - Newborn Reflexes
https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Newborn-Reflexes.aspx

Hi, I’m Elvina!

Founder of @happylittlesleeper & a proud mama

If you're dreaming of a good night's sleep…
trust me, I understand your struggle intimately. I've been in those sleep-deprived shoes, functioning on auto-pilot, feeling like a walking zombie in what should be a magical time of motherhood. But… I also know there's light at the end of this exhausting tunnel...

GET TO KNOW ME