Skip to content
siang dan malam bayi terbalik

Ketika Siang dan Malam Hari Bayi Terbalik

Banyak bayi baru lahir mengalami kekacauan dalam pola tidur mereka, dan seringkali mengalami siang dan malam hari yang terbalik. Bayi yang tidur di siang hari tetapi terjaga di malam hari dapat membuat orang tua merasa sangat lelah. Pernah mengalaminya? 

Bayi menjadi lebih terjaga dan aktif di malam hari mungkin dapat mengalami penurunan kualitas tidur serta menyebabkan gangguan tidur bagi orang tua yang harus beraktivitas di siang hari. 

Apa penyebab dari fenomena ini? Dan jika ini terjadi, apa yang harus dilakukan oleh Parents? Yuk, baca sampai habis untuk mengetahui jawabannya ya.

Mengapa Bayi Tidak Bisa Membedakan Siang dan Malam? 

Selama masih berada di dalam kandungan, bayi berada dalam keadaan tidur dan terjaga yang konstan tanpa dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti terang dan gelap. Saat lahir, mereka belum bisa membedakan siang dan malam. Hal ini terjadi karena bayi masih belum mengembangkan ritme sirkadian dan belum beradaptasi dengan kondisi di luar rahim. 

Ritme sirkadian atau siklus bangun dan tidur alami pada tubuh tergantung pada paparan cahaya alami di siang hari dan kegelapan di malam hari. Tetapi untuk bayi baru lahir, tubuh mereka membutuhkan waktu untuk memahami hal ini.

Akibatnya, tak jarang bayi baru lahir memiliki pola tidur yang terbalik yaitu menjadi lebih aktif dan terjaga di malam hari yang seharusnya merupakan waktunya tidur. Tentunya hal ini dapat menyebabkan gangguan tidur bagi bayi dan orang tuanya. 

Kebingungan ini adalah fase alami dari kehidupan bayi. Oleh karena itu, kita perlu membimbing mereka untuk belajar mengenai siang dan malam, kapan waktunya tidur dan kapan waktunya untuk bangun.

Berapa Lama Siang dan Malam Bayi yang Terbalik Berlangsung?  

Kebingungan antara siang dan malam biasanya merupakan fase sementara. Sebagian besar bayi mulai menyesuaikan pola tidurnya dalam beberapa minggu pertama hingga beberapa bulan. Saat ritme sirkadian mereka matang, mereka secara bertahap dapat mulai membedakan antara siang dan malam, membangun rutinitas tidur yang lebih teratur. 

Sekitar enam hingga delapan minggu usia si kecil, Parents mungkin mulai melihat beberapa peningkatan saat ritme sirkadian mereka mulai matang, dan mereka menjadi lebih sadar akan perbedaan antara siang dan malam.

Menurut penelitian, ritme sirkadian mulai muncul sekitar usia 2-3 bulan tetapi biasanya tidak sepenuhnya berkembang sampai setelah tahun pertama. Namun, perlu diingat bahwa setiap bayi itu unik, dan beberapa bayi mungkin perlu waktu lebih lama untuk membentuk siklus tidur-bangun yang lebih teratur. 

Apa yang Harus Parents Lakukan Jika Siang dan Malam Bayi Terbalik? 

Parents dapat membantu bayi membedakan antara siang dan malam dan menetapkan rutinitas tidur yang lebih konsisten. Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi siang dan malam bayi yang terbalik:

1. Ciptakan Lingkungan Siang Hari yang Cerah dan Merangsang

Pada siang hari, paparkan bayi pada cahaya alami dari matahari dan libatkan mereka dalam waktu bermain dan berbagai aktivitas. Jaga agar lingkungan sekitar tetap menstimulasi, mendorong kewaspadaan dan interaksi. 

2. Buat Suasana Malam Hari Tenang

Saat malam menjelang, ciptakan suasana yang menenangkan dengan mengatur cahaya dan suara di kamar bayi. Saat malam hari menjelang, redupkan lampu dan minimalkan kebisingan dan rangsangan di sekitar bayi. Kondisi ini memberi sinyal kepada bayi bahwa sudah waktunya untuk beristirahat dan bersiap untuk tidur. 

3. Terapkan Ritual Tidur

Melakukan ritual sebelum tidur dapat memberi isyarat kepada bayi bahwa sudah waktunya untuk tidur. Aktivitas seperti mandi air hangat, pijatan lembut, membacakan cerita pengantar tidur, atau menyanyikan lagu pengantar tidur dapat menenangkan dan membantu mempersiapkan tidur yang nyenyak.

4. Perhatikan Jam Tidur Siang

Meskipun tidur siang sangat penting untuk perkembangan bayi, hindari membiarkan bayi tidur siang dalam waktu yang terlalu lama atau mendekati waktu tidur malam.

5. Perhatikan Jadwal Pemberian Makan

Nutrisi yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan pola tidur bayi. Menurut studi, pemberian makan yang teratur juga dapat membantu mendukung perkembangan ritme sirkadian bayi. 

6. Sabar dan Konsisten

Mengubah pola tidur bayi membutuhkan waktu dan kesabaran. Konsistenlah untuk menetapkan rutinitas dan biarkan bayi beradaptasi secara bertahap. Jika tidak ada perubahan, Parents bisa coba berkonsultasi dengan sleep expert lewat One-on-One Coaching by Happy Little Sleeper untuk menemukan solusinya bersama-sama.

 

*** 

Kebingungan antara siang dan malam adalah fase umum dan sementara yang dialami banyak bayi di minggu-minggu awal kehidupannya. 

Saat bayi baru lahir beradaptasi dengan dunia di luar rahim, ritme sirkadian mereka yang kurang berkembang dapat menyebabkan pola tidur yang terganggu, yang juga berpengaruh pada pola tidur orang tua. Dengan waktu dan usaha, bayi secara bertahap akan belajar membedakan siang dan malam, kemudian membentuk siklus tidur-bangun yang lebih teratur. 

Itulah penjelasan mengapa bayi sering mengalami siang dan malam hari yang terbalik. Semoga bermanfaat, ya.
 

Sumber:
BC Children's Hospital Research Institute - Newborns
https://www.bcchr.ca/healthysleepforkids/newborns

Hi, I’m Elvina!

Founder of @happylittlesleeper & a proud mama

If you're dreaming of a good night's sleep…
trust me, I understand your struggle intimately. I've been in those sleep-deprived shoes, functioning on auto-pilot, feeling like a walking zombie in what should be a magical time of motherhood. But… I also know there's light at the end of this exhausting tunnel...

GET TO KNOW ME