Setelah pergi berlibur, mungkin jadwal atau rutinitas bayi akan berubah dan Parents perlu yang namanya post-holiday sleep training.
Musim liburan penuh dengan banyak kegiatan keluarga yang menyenangkan seperti kumpul keluarga atau banyak perayaan. Meskipun disiplin akan jadwal dan rutinitas tidur bayi sangat penting, sesekali bersikaplah fleksibel termasuk saat musim liburan tiba.
Tidak apa-apa sesekali membiarkan bayi tidur lebih larut , tetapi setelah liburan berakhir Parents bisa menerapkan post-holiday sleep training untuk mengembalikan rutinitas bayi yang biasanya.
Tips Menerapkan Post-Holiday Sleep Training
Tidak mengherankan jika rutinitas tidur bayi bisa menjadi sedikit kacau saat musim liburan dimana keluarga sering bepergian atau mengunjungi banyak tempat.
Ada banyak alasan mengapa jadwal tidur bayi bisa terpengaruh. Misalnya saat menginap di tempat lain, orang tua mungkin tidur satu kasur dengan si kecil (bed-sharing) padahal biasanya bayi tidur sendiri di crib. Selain itu, perubahan rutinitas seperti waktu tidur yang lebih larut, juga dapat berpengaruh.
Mungkin saat liburan, bayi lebih banyak tidur siang di mobil atau di perjalanan, sehingga seringkali lebih mudah terbangun. Mungkin juga saat mengunjungi rumah nenek, bayi ditidurkan dengan digendong.
Meskipun liburan hanya berlangsung singkat, misalnya beberapa hari saja, perubahan rutinitas ini bisa mengganggu pola tidur bayi atau mungkin memunculkan kebiasan baru. Pada umumnya, diperlukan waktu sekitar 3-4 hari untuk membentuk kebiasaan baru.
Jika jadwal tidur si kecil sudah mulai terlihat tidak teratur selepas liburan, Parents bisa menerapkan post-holiday sleep training alias sleep training singkat setelah liburan.
Ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk melatih kembali tidur si kecil pasca liburan seperti berikut ini.
1. Segera Kembali ke Rutinitas Biasa
Cara paling cepat, mudah, dan efektif agar tidur si kecil kembali normal setelah liburan adalah dengan langsung kembali ke rutinitas seperti biasanya. Segera kembali ke kebiasaan rutin dan jadwal harian, lakukan hal ini segera setelah liburan berakhir.
Meskipun mungkin waktu si kecil tidur di malam hari atau siang hari sudah berubah, segera tidurkan bayi di jam biasa ia tidur sebelum liburan. Segera mengembalikan tidur bayi seperti biasanya akan membantu memberi sinyal kepada si kecil bahwa sudah waktunya untuk kembali ke pola tidur biasanya, sehingga transisi menjadi lebih mudah bagi semua orang.
2. Tinggalkan Kebiasaan Tidur yang Kurang Baik
Jika selama liburan si kecil ditidurkan dengan asosiasi tidur negatif misalnya digendong, disusui, atau diayun-ayun, setelah liburan selesai tinggalkan hal-hal tersebut agar tidak menjadi kebiasaan.
Segera beralih ke asosiasi tidur positif seperti white noise, membaca buku sebelum tidur, atau menggunakan sleep sack. Jika bayi menangis dan malah sulit tidur, bertahanlah untuk tidak kembali ke asosiasi tidur negatif. Inkonsistensi kurang baik untuk bayi dan dapat menimbulkan kebingungan.
3. Lakukan Penyesuaian
Setelah kesibukan selama liburan, mungkin diperlukan beberapa penyesuaian untuk mendukung kembalinya bayi ke rutinitas tidur yang teratur. Pertimbangkan untuk memulai hari lebih awal, mungkin antara pukul 06.00-07.30, untuk membantu tubuh si kecil menyesuaikan diri dengan waktu bangun yang konsisten.
Perhatikan baik-baik wake windows bayi yaitu waktu antara periode tidur, dan prioritaskan untuk mempertahankan rutinitas tidur siang yang stabil. Jika si kecil bangun sebelum fajar, lakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mengatasi early waking tersebut.
4. Tetap Aktif dan Perbanyak Paparan Sinar Matahari
Untuk keberhasilan post-holiday sleep training, pastikan bayi tetap aktif di siang hari saat terjaga. Ajak si kecil bermain, seperti berguling, merangkak, berlari cepat, dan berjalan sesuai usia. Tubuh yang aktif di siang hari akan beristirahat dengan lebih mudah dan nyenyak di malam hari.
Selain itu, pastikan mereka mendapat paparan sinar matahari yang bisa membantu mengatur ulang jam internal tubuh si kecil. Paparan sinar matahari juga bisa membantu mereka tidur lebih nyenyak di malam hari. Jika bisa, bawalah mereka keluar rumah, meskipun hanya beberapa menit.
5. Bersikaplah Konsisten
Dalam hal sleep training untuk bayi, konsistensi adalah kuncinya. Bagi bayi yang awalnya sudah bisa tidur dengan baik, hanya dibutuhkan waktu beberapa hari berturut-turut dengan mengikuti rutinitas yang konsisten untuk memperbaiki pola tidurnya.
Pertahankan waktu tidur yang teratur, ciptakan rutinitas waktu tidur yang menenangkan, dan pastikan waktu tidur siang konsisten.Konsistensi mengirimkan pesan yang jelas ke jam internal tubuh, membantu si kecil menyesuaikan diri dengan cepat setelah gangguan liburan.
***
Untuk tidur bayi, keseimbangan antara disiplin dan fleksibilitas adalah kuncinya. Meskipun penting untuk tetap berkomitmen pada jadwal tidur si kecil, memberikan sedikit fleksibilitas juga penting, terutama selama musim liburan.
Tidak perlu khawatir karena dengan sedikit usaha melakukan post-holiday sleep training, bayi dapat dengan mudah kembali ke rutinitas tidur yang biasa. Jika Parents membutuhkan bantuan untuk reset atau kembali ke pola tidur yang baik, aku siap untuk membantu di One-on-One Coaching Program dari Happy Little Sleeper. Aku akan memberikan personalized sleep plan dan live support untuk mencapai sleep goals yang diinginkan bagi si kecil. Semoga bermanfaat!
Sumber:
Raising Children Network - Children's sleep and family holidays or travel
https://raisingchildren.net.au/toddlers/sleep/better-sleep-settling/sleep-travelling
Bedtime routines for young children: A dose-dependent association with sleep outcomes
https://doi.org/10.5665/sleep.4662