Skip to content
bayi tidur miring

Benarkah Bayi Tidur Miring Bisa Jadi Lebih Nyenyak?

Apakah Parents pernah mendengar mitos tidur miring bisa membuat tidur bayi lebih pulas? Atau apakah hal tersebut terjadi pada si kecil? 

Faktanya, tidur menyamping tidak disarankan jika bayi berusia kurang dari 1 bulan. Mari kita pelajari mengapa lewat artikel berikut ini. 

Apakah Tidur Miring Aman untuk Bayi?

American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa tidur miring tidak aman untuk bayi dan tidak memberikan manfaat sehingga tidak disarankan.

Posisi tidur paling aman untuk bayi adalah telentang dan ini harus selalu diterapkan hingga bayi berusia 1 tahun. Angka kejadian sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) paling tinggi selama enam bulan pertama, tetapi rekomendasi tidur terlentang berlaku untuk satu tahun pertama usia bayi. 

Tidur dalam posisi miring biasanya dianggap aman setelah bayi sudah berusia lebih dari 4 hingga 6 bulan dan bisa berguling sendiri setelah dibaringkan. Kebanyakan bayi menguasai kemampuan berguling antara usia 3 dan 6 bulan. Dan begitu mereka melakukannya, maka mereka akan mencari posisi tidur yang nyaman untuk mereka, baik itu miring ataupun tengkurap.

Lalu apakah bayi yang sudah bisa berguling ini harus dibetulkan posisinya saat ia miring atau tengkurap ketika tidur? Jawabannya, tidak perlu. Begitu si kecil mampu berguling dan mengubah posisi dengan mudah, ia sudah cukup kuat dan gesit untuk melindungi dirinya dari faktor-faktor yang membuat tidur tengkurap berbahaya bagi bayi yang lebih kecil. 

Kemampuan berguling bayi secara signifikan mengurangi risiko SIDS, yang diyakini para ahli karena bayi dengan kemampuan itu juga telah mengembangkan kedewasaan untuk merasakan masalah saat tidur dan berpindah ke posisi yang lebih aman.

Mitos Tentang Bayi Tidur Miring 

1. Tidur Miring Dapat Mencegah Kepala Peyang

Ini hanyalah mitos belaka yang tidak terbukti kebenarannya. Tidur miring bukanlah solusi untuk kepala rata atau peyang, mengingat kepala peyang adalah kondisi sementara yang tidak berbahaya. Tidur telentang dengan posisi kepala bergantian adalah yang terbaik. 

Untuk mencegah kepala peyang, Parents bisa mengajak bayi melakukan tummy time atau tengkurap di siang hari. Tummy time dapat membantu mencegah kepala datar dan mendukung bayi untuk mengembangkan otot leher, lengan, dan tubuh bagian atasnya.

2. Tidur Miring Mencegah Tersedak

Parents mungkin khawatir bayi tersedak jika ia memuntahkan susu atau muntah saat tidur telentang. Tetapi, anggapan bahwa tidur miring dapat mencegah tersedak saat tidur hanyalah mitos.

Faktanya, penelitian yang membuktikan bahwa tidur telentang memiliki risiko tersedak yang lebih rendah. Bayi dapat membersihkan saluran udara mereka saat tidur telentang karena adanya refleks otomatis yang membuat mereka batuk atau menelan ludah yang terjadi, bahkan saat tidur. 

3. Tidur Miring Membuat Bayi Tidur Lebih Nyenyak

Ini bisa dikatakan fakta. Ada beberapa bayi yang tidur lebih nyenyak jika ia berada dalam posisi menyamping atau tengkurap. Namun, inilah yang membuat posisi tersebut berbahaya. Bayi tidur lebih nyenyak berarti lebih lama dan mungkin lebih sulit untuk dibangunkan. Mereka juga mungkin tidak bangun jika tidak bisa bernapas atau perlu bergerak. Hal ini sangat berbahaya dan meningkatkan risiko SIDS. 

Risiko Bayi Tidur Miring

1. Mencegah Mereka Bangun Saat Bahaya

Bayi cenderung tidur lebih nyenyak ketika menyamping atau miring, yang menurut para ahli posisi tersebut dapat meredam respons alami mereka untuk terbangun ketika ada sesuatu yang berbahaya.

Posisi ini bisa mencegah bayi bangun saat terjadi episode sleep apnea. Padahal alaminya bayi harus terbangun saat terjadi sleep apnea agar mereka dapat melanjutkan pola pernapasan normal. 

2. Rebreathing

Tengkurap atau tidur miring juga dapat menyebabkan bayi bernapas ulang atau rebreathing, yaitu fenomena di mana bayi menghirup udara yang dihembuskannya sendiri, sehingga menyebabkan kadar oksigen turun dan kadar karbon dioksida naik dalam tubuhnya.

3. Tidak Bisa Melepaskan Kelebihan Panas

Tidur tengkurap atau menyamping juga dapat mempersulit tubuh bayi untuk mengeluarkan panas berlebih. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan panas berlebih atau overheating, yaitu faktor risiko lain yang meningkatkan risiko SIDS. 

4. Peningkatan Risiko Tortikolis 

Tortikolis atau leher kaku sering terjadi pada bayi sejak lahir karena posisi di dalam rahim. Tetapi kondisi ini juga bisa terjadi di setelah ia lahir karena posisi tidur menyamping yang kurang dapat menopang leher dan kepala bayi. 

Gejala tortikolis pada bayi mungkin sulit untuk diamati karena mereka belum banyak menggerakkan lehernya. Tetapi jika si kecil mengalaminya, Parents mungkin melihat tanda-tanda seperti:

  • Memiringkan kepala ke satu arah 
  • Lebih memilih untuk menyusui di satu sisi saja 
  • Menggerakkan mata mereka untuk melihat ke arah Parents daripada menoleh dengan lehernya 
  • Tidak dapat memutar kepala sepenuhnya

Tortikolis juga dapat memengaruhi cara bayi tidur. Bayi dengan tortikolis mungkin lebih suka tidur di satu sisi atau menoleh ke sisi yang sama setiap malam untuk membuatnya lebih nyaman. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter anak jika Parents melihat salah satu gejala tortikolis.

5. Perubahan Warna di Kulit Bayi (Harlequin)

Sekitar 10 persen bayi baru lahir yang sehat mengalami perubahan warna atau harlequin saat mereka tidur miring. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi menyebabkan separuh wajah dan tubuh bayi menjadi berwarna merah muda atau merah. Perubahan warna ini bersifat sementara dan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 2 menit. 

Perubahan warna terjadi karena darah menggenang di pembuluh darah yang lebih kecil di sisi tempat bayi berbaring. 
 

***
Kesimpulannya, tidur miring tidak disarankan ketika bayi masih berusia di bawah 1 tahun. Mitos tidur menyamping dapat membuat tidur menjadi lebih pulas memang benar, tetapi hal tersebut sebenarnya berbahaya. Kita perlu memprioritaskan keamanan bayi di atas kenyamanan bayi ya, Parents. Cari tahu lebih banyak lagi seputar pencegahan SIDS dan menjaga bayi tetap aman dalam tidurnya di Newborn Sleep Shaping Course Happy Little Sleeper. Semoga dapat bermanfaat!
 

Sumber:  

Baby sleeping on side: Is it safe and best position
https://www.medicalnewstoday.com/articles/baby-sleeping-on-side

American Academy of Pediatrics - SIDS and Other Sleep-Related Infant Deaths: Updated 2016 Recommendations for a Safe Infant Sleeping Environment
https://pediatrics.aappublications.org/CONTENT/138/5/E20162938

Healthline - Baby Sleeping on Side
https://www.healthline.com/health/baby-sleeping-on-side#

What to Expect - Baby Sleeping on Side vs Back: Which Position is Safer?
https://www.whattoexpect.com/first-year/how-to-get-baby-to-sleep-on-back

Safe to Sleep - Myths and Facts About SIDS and Safe Infant Sleep
https://safetosleep.nichd.nih.gov/safesleepbasics/mythsfacts

Hi, I’m Elvina!

Founder of @happylittlesleeper & a proud mama

If you're dreaming of a good night's sleep…
trust me, I understand your struggle intimately. I've been in those sleep-deprived shoes, functioning on auto-pilot, feeling like a walking zombie in what should be a magical time of motherhood. But… I also know there's light at the end of this exhausting tunnel...

GET TO KNOW ME