Di usia balita, banyak anak memiliki kebiasaan untuk suka begadang atau tidur larut malam. Pada malam hari, saat Parents sudah merasa lelah, tidak jarang si kecil masih tetap terjaga dan energinya seakan tidak ada habisnya.
Hal ini sebenarnya merupakan kebiasaan tidur yang kurang baik. Ketika balita begadang, mereka akan kehilangan tidur yang memulihkan (restorative sleep) yang mereka butuhkan agar dapat tumbuh dengan sehat dan kuat.
Simak cara untuk membantu mereka memiliki jam tidur yang baik sesuai usia dan mencegah balita begadang berikut ini.
Alasan Mengapa Balita Suka Begadang
Banyak orang tua yang bertanya-tanya mengapa balitanya cenderung begadang, padahal sudah waktunya tidur. Ada beberapa alasan umum di balik hal ini.
1. Naluri Alamiah Balita
Balita suka menjelajahi dunia di sekitar mereka. Mereka selalu berlari, memanjat, dan menyentuh apapun yang mereka temukan. Jadi, ketika sudah waktunya tidur, mereka kerap menolak karena tak ingin kesenangan itu berhenti.
Ditambah lagi, sekitar usia 18 bulan, mereka memasuki fase di mana mereka selalu mengatakan "Tidak!" untuk segalanya, termasuk waktu tidur. Balita ingin melakukan segala sesuatunya sesuai keinginan mereka, meskipun harus begadang.
2. Overtired
Usia balita adalah usia dimana anak sangat aktif, yang dapat membuat mereka sangat lelah di penghujung hari. Namun ketika mereka benar-benar kelelahan atau overtired, mereka justru mengalami kesulitan untuk dapat rileks dan tidur.
3. Overexcited dan Overstimulasi
Terkadang, balita sulit untuk tenang sebelum tidur karena terlalu bersemangat atau terstimulasi. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan. Mungkin karena apa yang mereka makan, seperti camilan atau minuman manis, atau makanan yang mengandung perasa. Cari tahu makanan apa yang sebaiknya dihindari sebelum tidur.
Sedikit saja asupan kafein dari soda, teh, atau coklat dapat membuat mereka sulit untuk tenang ketika waktu tidur tiba. Cahaya terang dan suara bising di sekitar rumah juga membuat mereka terstimulasi sehingga sulit tidur.
4. Mengalami Kecemasan atau Ketakutan Tertentu
Di tahap usia ini, wajar jika balita merasa sedikit tidak nyaman sendirian, terutama saat waktunya tidur di malam hari.
Saat lampu padam, imajinasi mereka menjadi liar, dan mereka mungkin mulai mengkhawatirkan hal-hal seperti monster yang bersembunyi di bawah tempat tidur. Selain itu, balita juga mempunyai berbagai kekhawatiran lainnya, mulai dari orang asing, anjing, hingga suara keras seperti guntur.
Semua ketakutan di malam hari tersebut dapat membuat mereka sulit merasa tenang dan rileks menjelang tidur, sehingga menimbulkan resistensi ketika tiba waktunya untuk tidur dan akhirnya berakhir tidur larut malam dalam keadaan kelelahan.
Bagaimana Cara Mengatasi Balita Suka Begadang?
1. Konsisten dengan Jadwal Tidur
Konsistensi dalam waktu tidur membantu balita mengembangkan kebiasaan tidur yang baik.
Parents dapat membantu si kecil untuk lebih mudah tidur dengan menetapkan waktu bangun pagi, tidur siang, dan waktu tidur yang teratur. Jika dilakukan secara konsisten, hal ini akan membantu tubuh mereka mengetahui kapan waktunya tidur.
2. Usahakan Anak Aktif di Siang Hari
Sebaiknya balita dipastikan untuk aktif di siang hari, misalnya dengan membiarkannya bermain di luar, bermain dengan teman sebaya, dan melakukan berbagai aktivitas fisik. Hal ini akan membantu mereka menghabiskan energi, dan siap untuk tidur di malam hari.
3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Sleep-Friendly
Untuk membantu mempermudah balita bersiap-siap tidur, penting untuk menciptakan lingkungan yang ramah tidur. Matikan semua perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur.
Redupkan lampu dan putar musik yang menenangkan untuk membantunya rileks menjelang malam hari. Selain itu, hindari memulai aktivitas yang menstimulasi atau melakukan aktivitas fisik tepat sebelum tidur siang atau waktu tidur.
4. Terapkan Bedtime Routines
Sebagai transisi antara waktu aktif dan rileks untuk tidur, sebaiknya terapkan bedtime routines. Bedtime routines adalah serangkaian aktivitas menenangkan, misalnya mandi air hangat, mengganti baju piyama, membaca buku pengantar tidur, dan berpelukan sebelum tidur.
Lakukan aktivitas serupa namun yang lebih sederhana dan singkat sebelum tidur di siang hari. Rutinitas ini membantu balita memahami bahwa inilah waktunya untuk bersantai dan bersiap untuk tidur.
5. Beri Anak Sense of Control
Jika anak kerap menolak untuk tidur, sebaiknya berikan mereka rasa kendali atau sense of control menjelang waktu tidur. Biarkan mereka memilih buku untuk dibaca atau memilih piyama mana yang akan dikenakan. Jika mereka takut kegelapan, mereka dapat memilih lampu malam atau boneka favorit untuk tidur.
Cara Menemukan Waktu Tidur yang Tepat Untuk Balita
Untuk menemukan waktu tidur terbaik bagi balita, pertimbangkan usia dan kebutuhan tidurnya. Kebanyakan balita (usia 1 hingga 5 tahun) membutuhkan sekitar 12 hingga 14 jam tidur setiap hari, termasuk tidur siang.
Jam 9 malam adalah waktu tidur yang umum bagi banyak balita, tetapi penting untuk menyesuaikannya berdasarkan perilaku dan pola tidur anak. Ubah waktu tidur dan sesuaikan secara bertahap, misalnya memundurkan atau memajukan waktu tidur 15 menit tiap harinya. Kemudian, lihat reaksi anak di pagi hari apakah sudah menunjukkan tanda cukup tidur atau belum.
***
Sangat penting bagi balita untuk mendapatkan tidur yang cukup. Jika kita membiarkan mereka begadang, kita menyia-nyiakan kesempatan mereka untuk mendapatkan istirahat yang mereka perlukan. Tidur yang tepat waktu dan cukup membantu mereka tumbuh, belajar, dan memiliki suasana hati yang baik.
Apakah si kecil yang memasuki usia balita suka begadang? Jika iya, coba terapkan tips-tips di atas ya!
Sumber:
What to Expect - Why Won't Your Toddler Sleep? What to Do When Your Child Resists
https://www.whattoexpect.com/toddler/behavior/resisting-bedtime.aspx