Pindah dari crib bayi ke tempat tidur balita merupakan langkah penting dalam perjalanan seorang anak menuju kemandirian. Fase ini melambangkan kemampuan fisik dan kognitif mereka yang meningkat, serta kebutuhan mereka yang semakin besar akan kebebasan dan eksplorasi. Namun, ini juga merupakan periode yang dapat menghadirkan tantangan baru bagi anak dan orang tua.
Memahami bahwa setiap anak itu unik dan mungkin merespons secara berbeda terhadap transisi ini sangatlah penting. Beberapa anak mungkin menerima perubahan dengan antusias, sementara yang lain mungkin mengalami ketakutan atau penolakan.
Dengan menyesuaikan pendekatan orang tua dengan kebutuhan individu dan temperamen anak, maka Parents dapat dapat membantu mereka melewati transisi ini dengan cara yang terasa nyaman dan suportif.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Beralih ke Tempat Tidur Balita?
Tidur yang nyenyak bagi balita sangat penting untuk fungsi emosional dan sosial anak, kemampuan untuk belajar dan fokus, dan perkembangan secara keseluruhan. Banyak orang tua yang merasa ragu mengubah rutinitas tidur anaknya, termasuk mengganti tempat tidur anak karena khawatir si kecil malah jadi tidak bisa tidur.
Perlu diingat bahwa waktu yang tepat untuk beralih ke tempat tidur biasa adalah saat anak sudah siap.
Pada umumnya, anak sudah siap tidur di tempat tidur biasa pada usia 18 bulan hingga 2 tahun, tetapi beberapa di antaranya mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk siap yaitu di antara usia 2 dan 3 tahun.
Hindari Transisi Saat Anak Belum Siap
Pindah tempat tidur terlalu dini atau saat anak belum siap dapat menyebabkan masalah tidur dan gangguan tidur.
Jika anak mengalami kesulitan tidur yang signifikan setiap malam, mereka mungkin belum siap untuk beralih ke tempat tidur. Tidak apa-apa untuk berhenti mencoba dan mereka bisa kembali tidur di cribnya. Cobalah untuk pindah dalam satu atau dua bulan lagi.
Jangan merasa Parents harus terburu-buru memindahkan anak ke tempat tidur balita. Beralih kapan saja antara 18 bulan hingga 3 tahun dianggap normal. Tunggu waktu yang dirasa tepat untuk anak dan keluarga.
Tanda Sudah Saatnya Beralih ke Ranjang Balita
Banyak tanda yang menunjukkan balita siap untuk beralih dari crib ke tempat tidur balita. Parents tidak harus menunggu semua tanda sebelum memulai transisi. Pertimbangkan untuk memindahkan anak dari tempat tidur bayi ke tempat tidur jika mereka:
- Bisa memanjat keluar dari crib
- Tinggi badan sekitar 90 cm
- Berusia antara 18 bulan dan 3 tahun
- Akan segera punya adik bayi
- Ingin pindah ke tempat tidur 'anak besar'
Tips Pindah Tempat Tidur Balita
1. Cari Waktu yang Tepat
Jika kehidupan anak sudah penuh dengan perubahan seperti hadirnya adik baru, masuk sekolah atau penitipan anak, sedang disapih atau toilet training, sebaiknya tidak dulu pindah ranjang. Cari waktu yang tepat dimana anak dalam suasana tenang dan senang agar transisi tidak terasa menakutkan.
2. Jadikan Menyenangkan
Bantu anak merasa bersemangat untuk perubahan dengan membaca buku tentang tidur di tempat tidur. Parents pun dapat membicarakan tempat tidur baru dalam percakapan sepanjang hari untuk membantu membangun ketertarikan.
3. Coba di Waktu Tidur Siang
Agar anak terbiasa dengan tempat tidur barunya, cobalah mulai dari waktu tidur siang dimana anak cenderung lebih tenang. Hal ini dapat menormalkan tempat tidur sebagai tempat tenang dan istirahat baginya.
4. Tetap Konsisten dengan Rutinitas dan Ritual Tidur
Rutinitas dan ritual waktu tidur memperkuat pemahaman anak bahwa inilah waktunya untuk tidur, meskipun mereka tidur di tempat yang sedikit berbeda. Lakukan segala sesuatunya seperti biasa tanpa perubahan kecuali tempat tidurnya.
Kalau si kecil sudah terbiasa mengenakan sleep sack dan mendengar white noise untuk tidur, tetap lakukan hal tersebut saat proses pindah tempat tidur. Rasa familiar akan membuat si kecil merasa lebih secure sehingga transisi pun bisa berjalan lebih lancar. Sleep sack seperti Dream Walker Classic The Reinvented Toddler Blanket by Happy Little Sleeper bisa digunakan hingga balita sehingga anak bisa menjadikannya secure object yang aman.
5. Biarkan Mereka Memilih dan Mendekorasi
Bangun rasa memiliki anak terhadap tempat tidur barunya dengan cara mengajaknya memilih saat membeli tempat tidur baru, atau memilih sprei dan sarung bantalnya. Si kecil juga bisa ikut mendekorasi misalnya dengan menempelkan stiker.
6. Bersabar
Setelah anak sudah bisa tidur di tempat tidur biasa, mungkin akan ada kesempatan dimana ia turun dari tempat tidurnya dan mencoba untuk tidur bersama Parents di malam hari.
Jika ini terjadi, tetap tenang dan antar mereka ke kamar tidur kembali. Semakin membosankan menyelinap keluar dari tempat tidur, semakin besar kemungkinan mereka berhenti melakukannya.
***
Pindah dari tempat tidur bayi atau crib ke tempat tidur balita merupakan langkah penting dalam perjalanan seorang anak menuju kemandirian. Menghadapi transisi ini dengan kesabaran, pengertian, dan persiapan yang cermat, orang tua dapat membantu anak melewati tahapan ini dengan lancar. Semoga bermanfaat!
Sumber:
What to Expect - How to Move Your Child From Crib to Toddler Bed Safely
https://www.whattoexpect.com/toddler/crib-to-toddler-bed
Sleep Foundation - When Should You Switch to a Toddler Bed?
https://www.sleepfoundation.org/children-and-sleep/when-to-switch-to-toddler-bed