Ada banyak masalah tidur siang bayi atau nap challenges yang umum, dan mungkin sedang dialami oleh Parents dan si kecil saat ini.
Terkadang menidurkan bayi di siang hari tidak selalu semulus tidur malam, dan ini terjadi karena alasan tertentu. Salah satunya adalah perbedaan suasana. Berbeda dengan suasana tenang dan gelap yang ideal untuk tidur di malam hari, kondisi di tengah hari justru sebaliknya.
Yuk, kita cari tahu apa saja masalahnya dan apa yang bisa Parents lakukan untuk mengatasinya.
7 Masalah Umum Tidur Siang Bayi yang Umum Terjadi
1. Waktu Tidur Siang yang Tidak Dapat Diprediksi
Bayi sering mengalami waktu tidur siang yang tidak dapat diprediksi dan ada alasan dibalik hal tersebut, yaitu ritme sirkadian bayi yang belum berkembang.
Pada saat baru dilahirkan, pola tidur bayi masih belum teratur, dengan tidur siang yang singkat dan tersebar sepanjang hari. Hal ini normal karena jam internal tubuh mereka masih dalam tahap pematangan.
Namun, saat mereka mencapai usia sekitar 3 hingga 4 bulan, Parents akan mulai melihat adanya perubahan. Tidur mereka cenderung menjadi lebih teratur, dan beralih ke dua atau tiga kali tidur siang yang lebih lama.
Jika mengalami hal ini, solusinya adalah menetapkan jadwal tidur siang dan konsisten dengannya. Dengan memperkenalkan rutinitas tidur yang konsisten, Parents dapat membantu si kecil menyelaraskan pola tidurnya dengan ritme alami siang dan malam.
2. Menolak untuk Tidur Siang
Menangis dan menolak untuk tidur siang bisa terjadi karena si kecil terlalu lelah atau terlalu terstimulasi (overstimulated).
Bayi mungkin sulit untuk rileks dan tenang ketika sudah mencapai titik kelelahan tertentu atau ketika indranya dalam keadaan siaga tinggi karena terlalu banyak aktivitas.
Jangan lupa untuk mengamati tanda mengantuk pada bayi dan meresponnya segera. Untuk memudahkan transisi bayi dari aktif ke terjaga, terapkan quiet time dan pre-nap routines yang dapat membantu bayi tidur siang dengan lebih mudah.
3. Tidur Siang Hanya Sebentar
Bayi tidur siang sebentar merupakan hal yangcukup sering terjadi. Salah satu penyebabnya mungkin karena waktu bangun dan tidur siang mereka yang kurang tepat. Kadang-kadang, mereka tidak terlalu lelah (undertired) dibandingkan yang dibutuhkan untuk tidur siang yang lebih lama.
Kuncinya adalah memperhatikan isyarat mengantuk bayi, menyesuaikan jadwal tidur jika diperlukan, dan tetap bersabar selama mereka menjalani fase-fase ini.
4. Tidak Mau Tidur Siang Saat Dalam Perjalanan
Bayi terkadang menolak tidur siang saat tidak di rumah. Dunia luar penuh dengan hal-hal menarik yang membuat mereka sulit untuk bersantai dan tidur. Semua hal baru yang dilihat, didengar, dan dilakukan bisa menjadi distraksi dari tidur.
Melewatkan tidur siang saat bepergian sesekali tidak apa-apa, tetapi ada baiknya untuk menjaga konsistensi dengan jadwal tidur rutin mereka. Jika si kecil terlalu terstimulasi karena beraktivitas di luar, istirahatlah sejenak sebelum mencoba menidurkannya.
5. Hanya Mau Tidur Siang di Mobil atau Stroller
Tidak jarang beberapa bayi menunjukkan preferensi untuk tidur selain di tempat tidur. Umumnya bayi memang lebih mudah tertidur di kursi mobil (car seat) atau kereta dorong (stroller).
Sensasi gerakan yang mereka rasakan seperti saat berada di dalam mobil atau kereta dorong yang bergerak dapat memicu refleks menenangkan (calming reflex) yang membantunya tertidur.
Meskipun tidur di mobil atau stroller lebih praktis dan mudah, si kecil dapat mulai mengembangkan asosiasi tidur. Akibatnya, ia tidak akan mau tidur jika tidak dibawa keliling naik mobil dahulu atau didorong di stroller. Untuk mengatasinya, ada baiknya Parents mengubah rutinitas. Cobalah untuk membuat rutinitas baru di mana mereka selalu tertidur di tempat tidurnya.
6. Regresi Tidur
Bayi dapat mengalami fase yang disebut regresi tidur beberapa kali sebelum usia 2 tahun. Hal ini dapat mengganggu pola tidur siangnya. Regresi tidur ini mungkin membuat si kecil lebih rewel dan sulit tidur siang.
Meskipun ini bisa menjadi masa yang berat bagi bayi dan orang tua, kuncinya adalah kesabaran dan konsistensi. Berpegang teguh pada rutinitas dan jadwal tidur mereka yang biasa sangat penting jika mengalami sleep regression.
7. Transisi Tidur Siang
Seiring pertumbuhan bayi, mereka akan beberapa kali mengalami transisi tidur siang yang berarti mereka mungkin mulai membutuhkan lebih sedikit tidur siang atau mengalami perubahan dalam jadwal tidur siangnya. Tak perlu khawatir karena ini adalah bagian normal dari perkembangan si kecil.
Untuk membantu mereka melewati masa transisi ini, pertimbangkan untuk menyesuaikan jadwal tidur siang mereka secara bertahap. Jika mereka terbiasa tidur siang tiga kali, mereka mungkin sudah cukup tidur siang dua kali saja.
Awasi jam tidur mereka secara keseluruhan, sehingga mereka tetap mendapatkan jumlah tidur yang sesuai dengan usia mereka.
Nap transition adalah bagian penting dalam perkembangan pola tidur bayi, tapi memang bisa jadi tantangan. Kabar baiknya, kita bisa membantu si kecil melewati fase ini dengan gangguan tidur yang seminimal mungkin, lho! Mau tahu caranya? Cari tahu hanya di Nap Transition Course dari Happy Little Sleeper! Dapatkan modul video yang mudah diakses dan dipahami, sekarang juga!
***
Ingat, waktu tidur siang sama pentingnya dengan tidur malam hari untuk tumbuh kembang si kecil dan kesehatannya secara keseluruhan.
Mengalami beberapa masalah umum tidur siang bayi adalah hal yang wajar. Dari tidur siang singkat hingga resistensi dan transisi, tantangan-tantangan ini adalah bagian dari perjalanan tidur bayi. Semangat dan jangan menyerah ya, Parents!
Sumber:
Nighttime sleep-wake patterns and self-soothing from birth to one year of age: a longitudinal intervention study
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12236607/
Infant sleep and its relation with cognition and growth: a narrative review
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5440010/
Anticipatory guidance to prevent infant sleep problems within a randomised controlled trial: infant, maternal and partner outcomes at 6 months of age
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28576897/