Kita tahu bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Tapi seringkali perjalanan menyusui diwarnai dengan tekanan dari lingkungan sekitar, mulai dari komentar seperti:
“Kok ASI-nya sedikit?”
“Bayinya kok kurus?”
“Ngapain masih menyusui? Kan anaknya sudah besar.”
Komentar seperti ini bisa membuat ibu menyusui merasa tidak cukup baik atau bahkan meragukan diri sendiri, padahal setiap perjalanan menyusui itu unik dan tidak bisa dibandingkan.
Ada juga yang membanding-bandingkan kemampuan menyusui antar ibu, seolah-olah ada standar yang harus dipenuhi. Tak jarang, ibu merasa malu atau takut menyusui di tempat umum karena khawatir dihakimi.
Tekanan sosial bisa datang dari mana saja, seperti keluarga, teman, bahkan orang asing. Situasi-situasi ini dapat membuat ibu merasa terisolasi, padahal menyusui seharusnya menjadi momen yang bahagia.
Bagaimana Agar Tidak Stres Saat Menyusui?
Cara terbaik menghadapi kondisi seperti ini adalah dengan tetap tenang dan fokus pada tujuan utama, yaitu kesehatan ibu dan bayi. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu Mama menghadapi situasi ini dengan lebih bijak:
-
Respon dengan singkat dan tenang
Tidak semua komentar perlu dijelaskan panjang lebar. Kadang senyum atau jawaban singkat seperti “Terima kasih, nanti saya pertimbangkan” sudah cukup. -
Cari dukungan positif
Bergabung dengan komunitas ibu menyusui atau berkonsultasi dengan konselor laktasi bisa membantu Mama merasa didengar dan dimengerti. Selain itu, Mama juga perlu awas dengan tanda-tanda kapan Mama membutuhkan bantuan profesional. Selengkapnya Mama bisa cari tahu hanya di video course. -
Kelola emosi negatif
Lakukan teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam, journaling, atau meditasi ringan untuk menenangkan diri. -
Fokus pada diri dan bayi
Ingat bahwa yang paling penting adalah kebutuhan bayi dan kesehatan Mama, bukan pandangan orang lain.
Apa Hubungannya dengan Tidur Bayi?
Stres pada ibu bisa mempengaruhi kualitas tidur bayi. Saat ibu merasa tertekan, hormon stres dapat menurunkan kadar oksitosin yang penting untuk produksi ASI dan rasa tenang. Akibatnya, bayi bisa ikut rewel atau sulit tidur karena ritme menyusu terganggu. Jadi, menjaga ketenangan dan kesehatan mental ibu bukan hanya penting untuk ASI, tapi juga untuk kualitas tidur bayi.
Wajar merasa cemas atau lelah, tapi ingat bahwa Mama tidak sendiri. Banyak ibu lain juga melewati hal yang sama, dan semua bisa diatasi dengan dukungan yang tepat.
Quick Tips dari Dokter Ayu

Agar tidak mudah terpengaruh tekanan sosial, Mama harus percaya diri. Kuncinya adalah membangun kepercayaan diri lewat pengetahuan. Kenali kerja tubuh dan proses menyusui secara menyeluruh dari sumber yang terpercaya di kelas online Newborn Sleep Shaping dan Feeding Foundations. Di course ini, Mama juga akan belajar bagaimana menjaga ketenangan agar ASI lancar, bayi tumbuh optimal, dan tidur lebih nyenyak setiap malam bersama Elvina Yahya, certified pediatric sleep expert, dan konsultan laktasi dr. Ayudya Soemawinata. Yuk, daftar sekarang!