Kembali bekerja setelah cuti melahirkan sering bikin deg-degan, apalagi soal menyusui. Banyak Mama yang cuti melahirkannya mau habis akan mulai bertanya, “ASI tetap cukup nggak ya kalau sudah kerja?” atau “Gimana cara pumping di kantor biar tetap lancar?”
Tenang, Mama tidak sendiri. Faktanya, penelitian di Indonesia menunjukkan sekitar 51,9% working moms berhasil memberikan ASI eksklusif. Artinya, menyusui sambil bekerja itu sangat mungkin, asal tahu cara dan persiapannya.
Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Oleh Working Moms Sebelum Kembali Bekerja?
1. Mulai kumpulkan stok ASI perah (ASIP)
Cicil stok ASI beberapa minggu sebelum kembali bekerja, tidak perlu langsung banyak. Mama bisa mulai dari 1 sesi pumping per hari setelah menyusui. Lama-lama stok akan terkumpul tanpa terasa. Ini membantu Mama lebih tenang karena sudah punya cadangan untuk hari-hari awal bekerja
2. Latihan jadwal pumping
Tubuh perlu waktu untuk beradaptasi. Coba mulai pumping di jam yang nantinya akan digunakan saat kerja, misalnya pagi sebelum berangkat, saat jam istirahat, dan sore hari. Dengan latihan ini, tubuh Mama akan lebih “terbiasa” mengeluarkan ASI di jam-jam tersebut.
3. Pilih pompa ASI yang tepat
Setiap Mama punya kebutuhan yang berbeda. Ada yang butuh pompa praktis untuk dibawa kerja, ada juga yang fokus pada daya hisap yang kuat. Pompa yang tepat bisa membantu mengosongkan payudara dengan lebih efektif, sehingga produksi ASI tetap terjaga. Masih bingung cari tahu jenis pompa ASI yang tepat? Di video course, Mama akan dibantu memilih sesuai kondisi dan rutinitas.
4. Siapkan perlengkapan menyusui
Persiapan kecil bisa membuat rutinitas jadi jauh lebih mudah. Siapkan botol ASIP, cooler bag untuk penyimpanan, ice gel, label tanggal, hingga tas khusus pumping. Dengan perlengkapan yang lengkap, Mama tidak perlu repot setiap hari. Supaya lebih praktis, Mama bisa cek checklist breastfeeding essentials untuk working mom yang dibahas lengkap di course.
5. Komunikasi dengan tempat kerja
Sebelum kembali bekerja, coba diskusikan kebutuhan Mama dengan atasan atau HR. Misalnya tentang waktu pumping atau ruang yang nyaman dan privat. Dengan komunikasi yang baik sejak awal, Mama bisa merasa lebih tenang dan fokus saat menjalani rutinitas kerja sekaligus menyusui.
Apa Pengaruhnya ke Tidur Bayi?
Saat Mama kembali bekerja, perubahan rutinitas bisa mempengaruhi pola makan bayi. Tapi kalau menyusui tetap konsisten, bayi akan lebih mudah beradaptasi.
Bayi yang tetap mendapatkan ASI dengan ritme yang teratur biasanya akan merasa lebih nyaman, sehingga pola tidur bayi juga lebih stabil dan tidak mudah terganggu.
Quick Tips dari Dokter Ayu

Di Newborn Sleep Shaping & Feeding Foundations Course, Mama akan dibimbing dalam persiapan kembali bekerja, latihan bersama bayi selama cuti melahirkan, mengenalkan bayi ke media pemberian ASIP, memahami teknik penggunaan pompa ASI yang tepat, hingga banyak hal penting lainnya agar transisi kembali bekerja terasa lebih siap dan tenang. Yuk mulai dari sekarang!