Keberhasilan pemberian ASI perah (ASIP) bukan hanya soal seberapa banyak susu yang dihasilkan, tapi juga bagaimana cara menyimpannya agar kualitasnya tetap terjaga. Banyak ibu sudah berusaha keras memompa, tapi hasilnya tidak optimal karena kesalahan kecil dalam penyimpanan atau pencairan ASI.
Apa Saja Kesalahan yang Umum Terjadi Saat Memerah dan Menyimpan ASIP?
1. Tidak Mencuci Tangan dan Alat Pompa dengan Benar
Kesalahan ini tampak sepele, tetapi bisa menyebabkan kontaminasi bakteri pada ASI, yang berisiko menimbulkan gangguan pencernaan pada bayi.
Mama perlu selalu mencuci tangan sebelum memompa dan memastikan alat pompa dibersihkan dengan benar setelah setiap kali digunakan. Proses sterilisasi cukup dilakukan sekali sehari bila pompa dipakai secara rutin, asalkan seluruh bagian alat sudah dicuci bersih dan dikeringkan dengan baik setiap selesai digunakan.
2. Tidak Memberi Label Tanggal dan Waktu pada ASI
Tanpa label yang jelas, Mama bisa bingung menentukan urutan ASI mana yang harus digunakan lebih dulu, sehingga ASI lama berisiko terbuang.
Untuk menghindarinya, Mama bisa menggunakan sistem mix FIFO (first in, first out) dan LIFO (last in, first out).
Misalnya, jika dalam satu hari dibutuhkan lima kantong ASI, gunakan tiga kantong terbaru dan dua kantong lama agar stok tetap segar, seimbang, dan tidak menumpuk terlalu lama di freezer.
3. Menyimpan ASI di Pintu Kulkas
Bagian pintu kulkas sering mengalami perubahan suhu setiap kali dibuka dan ditutup, sehingga dapat merusak nutrisi dalam ASI dan membuatnya lebih cepat kadaluarsa.
Untuk menjaga kualitasnya, sebaiknya simpan ASIP di bagian belakang kulkas atau freezer, tempat suhu lebih stabil dan dingin sehingga kandungan nutrisi tetap terjaga lebih lama.
4. Memanaskan ASI dengan Microwave atau Air Panas
Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak antibodi dan enzim pelindung di dalam ASI, sekaligus mengubah rasanya.
Oleh karena itu, sebaiknya turunkan ASIP dari freezer ke chiller sejak malam sebelumnya agar mencair perlahan. Saat akan diberikan pada bayi, cukup rendam kantong ASI dalam air suhu ruang.
5. Menggunakan ASI yang Sudah Kedaluwarsa
ASI yang disimpan terlalu lama dapat mengalami penurunan kualitas nutrisi dan meningkatkan risiko infeksi jika terjadi kontaminasi.
Untuk mencegahnya, penting bagi Mama untuk mengikuti panduan waktu penyimpanan yang tepat, seperti durasi aman di suhu ruang, kulkas, dan freezer. Panduan lengkap serta contoh praktik penyimpanan yang benar bisa Mama lihat langsung di video course, ya!
Apa Hubungannya Dengan Tidur Bayi?
ASI yang disimpan dan diberikan dengan benar membantu bayi mendapatkan nutrisi lengkap dan seimbang. Saat kebutuhan gizinya terpenuhi, bayi akan kenyang lebih lama dan tidur lebih tenang.
Waspada karena ASI yang rusak atau terkontaminasi bisa menyebabkan bayi rewel, tidak nyaman, atau bahkan mengalami gangguan pencernaan.
Quick Tips dari Dokter Ayu

Berapa banyak kebutuhan ASIP yang dibutuhkan bayi? Selengkapnya akan dibahas di dalam course.
Pelajari mulai dari teknik memerah yang efektif, manajemen stok ASIP, hingga tips menjaga produksi ASI tetap stabil di kelas online Newborn Sleep Shaping & Feeding Foundations. Mama akan mendapatkan video praktis yang bisa diakses dimana saja, kapan saja, selama 12 bulan. Are you ready to make a change?