Ada ibu yang perjalanan menyusuinya terasa mudah, tapi ada juga yang perlu usaha ekstra karena mengalami berbagai tantangan. Semuanya normal dan wajar.
Masalah Saat Menyusui, Benarkah Tanda Gagal?
Setiap ibu dan bayi punya perjalanan menyusui yang unik. Kadang memang butuh waktu untuk menemukan ritme yang pas untuk keduanya. Masalah dan tantangan bukan berarti Mama gagal, melainkan artinya Mama sudah ada di tengah jalan menuju keberhasilan.
Nah, mengenali masalah lebih awal bisa jadi langkah penting untuk memperbaiki proses menyusui dan menjaga kenyamanan ibu serta bayi.
Banyak ibu kaget saat tahu ternyata hal-hal kecil seperti posisi dan cara bayi melekat bisa mengubah banyak hal. Mama bisa lihat contohnya di video course, ya.
3 Masalah Menyusui yang Sering Dialami Busui
1. ASI Seret atau Produksi ASI Sedikit
Salah satu penyebab umum ASI terasa seret atau produksinya sedikit adalah karena proses menyusui tidak dimulai optimal sejak awal. Misalnya, ibu belum sempat melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini), stimulasi payudara kurang di hari-hari pertama, atau perlekatan bayi belum tepat. Kondisi ini bisa makin diperparah bila bayi sempat dirawat terpisah dari ibu, sehingga frekuensi menyusu berkurang dan sinyal produksi ASI tidak terbentuk dengan baik.
Untuk mengatasinya, lakukan skin-to-skin sesering mungkin dan perbaiki posisi serta perlekatan saat menyusu. Kedua langkah sederhana ini bisa membantu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, yaitu dua hormon utama yang berperan penting dalam kelancaran produksi ASI.
2. Bayi Tidak Mau Menyusu
Kondisi ini sering disebabkan oleh perlekatan/latch yang belum tepat, kebingungan puting karena penggunaan dot, atau karena bayi masih dalam proses beradaptasi setelah lahir. Saat hal ini terjadi, penting untuk tetap tenang dan sabar.
Cobalah berbagai posisi menyusui untuk menemukan yang paling nyaman bagi ibu dan bayi, lakukan skin-to-skin contact untuk membantu bayi merasa aman dan tenang, serta hindari memaksa bayi menyusu ketika sedang rewel.
3. Nyeri Saat Menyusui
Nyeri saat menyusui adalah salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu, terutama di minggu-minggu awal. Umumnya, hal ini disebabkan oleh perlekatan atau posisi menyusui yang kurang tepat. Jika dibiarkan, rasa nyeri bisa membuat ibu enggan menyusui dan akhirnya mempengaruhi frekuensi menyusu bayi.
Untuk meredakannya, perbaiki posisi dan latch agar bayi menempel lebih dalam. Selain itu, oleskan sedikit ASI pada puting yang lecet untuk membantu penyembuhan alami. Cek tips pertolongan pertama untuk puting lecet dan payudara bengkak secara lengkap hanya di Kelas Online Newborn Sleep Shaping dan Feeding Foundations.
Apa Hubungannya dengan Tidur Bayi?
Masalah menyusui seperti perlekatan yang tidak optimal bisa membuat bayi jadi tidak bisa menyusu dengan efektif. Akibatnya, bayi cepat lapar, sering terbangun, dan tidur jadi gelisah.
Quick Tips dari Dokter Ayu

Cek lebih lengkap seputar masalah-masalah yang umum dialami ibu menyusui dan solusinya di Newborn Sleep Shaping dan Feeding Foundations Course. Dalam course ini, dr. Ayu menjelaskan langkah-langkah praktis memperbaiki posisi menyusui, mengenali tanda bayi lapar, dan masih banyak lagi! Jangan sampai ketinggalan.